Puisi Budhi Setyawan di Bali Post Minggu edisi 5 Agustus 2012

Ada 2 (dua) puisi saya yang termuat di koran Bali Post (Denpasar) edisi hari Minggu, 5 Agustus 2012. Kedua puisi tersebut berjudul Di Kosong Malam dan Mencari Hikayat Sungai.

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Mencari Hikayat Sungai.

Mencari Hikayat Sungai

masih saja mengarus badai di tingkap tingkap seloka. tak ubahnya hidup adalah memindahkan keping keping mozaik ke hampar lukisan. sedemikian besar probabilitas salah menempatkan atau memang telah keliru dalam tekstur dan gradasi warna. sehingga bisa merupa pada kesiur nanar hablur dan tumbukan alur.

bukankah kita makin terseret ombak percakapan, di ujung tanjung yang mencetuskan bingung.  kita terlampau licin merilis jalinan kalimat yang mungkin menjadi perangkap bagi kesunyian. tak sempat terekam letusan dan guncangan di layar layar lampau, dan kita pun begitu cepat mengangsur pelupaan. keresahan telah sedemikian asin. melambai lambai di relung senandung.

sejurus persuaan bukanlah muara yang mengalirkan madu, ia hanya merupa mulut masa yang ternganga menanti cerita baru. aku pun tak ingin menandai alismu dengan kisah zaman batu,  namun sebuah cerita mengirimkan desain kesangsian yang primitif ke telingaku. bilanglah padaku darimana sebaiknya aku bisa memulai perjalanan menelusur ke hulu.

Bekasi, 2008

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

14 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Bali Post Minggu edisi 5 Agustus 2012

  1. selamat bang__ semoga kiki sudah mengirimkan korannya ::

  2. biltannputeri berkata:

    Great. Pengen deh karya q di post kaya gt🙂 amin

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih Puteri. ayo banyak menulis dan kirim ke media massa, biar terpublikasi luas dan banyak orang yang bisa membaca karyamu. salam semangat.

  3. hadi nurdiansyah berkata:

    bagus sekali, celotehannya mas budhi.
    lanjutkan.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mas Hadi. he3… sy masih terus belajar menulis puisi mas. masih berproses, belum dapat berkarya secara terbaik. salam.

  4. Berkali aku membaca
    Berkali itu aku suka

  5. Agen Sbobet berkata:

    puitis banget

  6. Akhmad Fatoni berkata:

    kok hanya satu puisi Bang, yang satunya kok ndak sekalian diupload?

    • budhisetyawan berkata:

      iya mas Fatoni. ini hanya untuk sedikit publikasi blog. nanti semoga yang lainnya bisa ditampilkan dalam buku antologi. he3… trm ksh mas. salam ‘rock’

  7. Noey berkata:

    Itulah … “kita terlampau licin merilis jalinan kalimat yang mungkin menjadi perangkap bagi kesunyian.”🙂

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih Noey. he3… saya masih mencoba membuat perangkaian kalimat puitis, walau kadang belum tentu dapat diterima pembaca. bagaimanapun saya masih belajar juga. salam semangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s