Puisi Budhi Setyawan di Antologi Bulan Sembilan FLP Kudus

Ada dua puisi saya yang termuat dalam Antologi Bulan Sembilan FLP Kudus yang diinisiasi oleh grup Forum Lingkar Pena Kudus Jawa Tengah.  Buku ini memuat karya cerpen dan puisi yang merupakan Pemenang Event Menulis Cerpen dan Puisi “Bulan Sembilan” dari FLP Kudus. Buku ini diterbitkan pada September 2012 oleh Penerbit milmil Publisher. Dua puisi saya dalam buku ini berjudul: Meminang Doamu dan Menara Aura.

Ada beberapa penulis yang karyanya termuat di buku ini seperti Selendang Sulaiman, Fanny Ys, Lauh S. Kusnandar, Seruni, Apito Lahire,  dll, yang semuanya berjumlah 27 orang.

Sayang buku dicetak secara kurang memadai dengan kertas HVS yang kurang bagus, tinta di huruf kurang jelas, dan blog kontras warna hitam-putih di judul dan di biografi penulis, ada yang menjadi sangat pekat/ hitam.

Berikut satu puisi saya yang saya cantumkan di sini berjudul Meminang Doamu.

 

Meminang Doamu

pada sajak sajakmu yang tertebar di belantara nafas, aku ingin menandai dengan lingkar gelisah. yang telah menjelma korona, dalam pusaran yang menggelombang, merangkum romantika lamunan bulan di larut kesepian.

jentera cakra masih berputar di udara, menakwil kenangan mega mega. juga seutas pelangi, sulur kembang dan kupu kupu, yang terukir di menara batu. semua merapal khusyuk namamu, mendaras kudus rindu. terus bertumbuh dalam nyanyian pijar, yang tak pernah usai memancar.

malam malam membara, oleh luapan tambang minyak dalam tubuhku. yang jua telah tersulut oleh imaji romanmu yang begitu sumbu. seperti ingin menagih tembang asmarandana untuk segera diterbitkan, dari buhul kasih yang telah menjingga. terperam asa tentang keselamatan cinta dalam lagu, penuh kerapatan anggun dan kesima syahdu.

Jakarta, 2012

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

2 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Antologi Bulan Sembilan FLP Kudus

  1. lala berkata:

    dan teruja aku melihat suasana, lalu ku daki bianglala.. alangkah terpegun menyentuh langit impian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s