Puisi Budhi Setyawan di Minggu Pagi No. 36

Cover Minggu Pagi no 36 th 2012

Cover Minggu Pagi no 36 th 2012

Ada empat puisi saya yang termuat di rubrik Cakrawala koran Minggu Pagi (Kedaulatan Rakyat Grup, Yogyakarta) edisi 36 Th 65 Minggu II Desember 2012. Keempat puisi tersebut berjudul Yang Bertunas di Timur, Betapa, Sebuah Juli, dan Tepian Rel Kereta Api Pada Sebuah Kota.

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Tepian Rel Kereta Api Pada Sebuah Kota.

 

Tepian Rel Kereta Api Pada Sebuah Kota

ada mimpi yang menjalar dengan akar serabut lembut mengelus wajah pejalan. musim merangkak teramat pelan, di sisi kardus, kain tenda, juga kayu kayu sisa yang lapuk berjamur. tawa tawa kering terjemur. derap kereta menjadi beranda, gempita yang menindih rintih di ricik pedalaman.

bidak bidak yang datang dari pelosok ilusi, menatap gemerlap, menetap dalam gelap. membangun labirin mimpi yang penuh kepul sepi. memasuki area percaturan dalam sengkarut medan, kelam misteri yang tak tertakar. dan waktu kerap mengajak berkelakar atau mengajukan teka teki silang, sembari menyisipkan pertanyaan tentang bahasa asing, yang artinya tersimpan di sebalik langit.

serupa madu dan susu surga mengalir di cakrawala usia. mengambang bayang elok hingga bilik bilik desa. tunas rayu bertumbuhan di ladang ladang lamunan, membisiki buhul kesahajaan dengan sensualitas ekonomika. surai fatamorgana melukisi naif kanvas kanvas kota. betapa sebuah gelinjang keberangkatan yang tergesa.

Jakarta, 2012

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

14 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Minggu Pagi No. 36

  1. Larasati berkata:

    wah hebat mas, kapan yah puisi2 larass nangkring di tabloid dan majalah kek puisi mas budi hehe

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih Larasati. kamu pasti bisa, apalagi sbg yg lebih muda, masih punya kesempatan lebih banyak. silaan perbanyak membaca untuk pengayaan bahan, dan kalau perlu pakailah kamus besar atau tesaurus untuk mencari kosa kata yang jarang dipakai dalam keseharian. selain itu perangkaian kata dan irama juga perlu diperhatikan. salam karya.

  2. roel berkata:

    keren banget bang puisinya. puisinya sudah diizinkan untuk dipublikasikan lewat blog ya bang, padahalkan terbitnya pada 11 desember.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih Roel. sy merasa tulisan sy msh biasa. ohya, itu koran Mingguan, dan edisi 36 itu pada Minggu ke 2 bln Desember [pk angka romawi di atas, Minggu II. jadi bukan di tanggal 11 Desember. demikian penjelasan saya. salam]

  3. roel berkata:

    bang, mau nanya, gimana caranya abang bisa bikin puisi-puisi sebagus ini? pengin belajar nih, hehehe…

    • budhisetyawan berkata:

      ya saya menulis saja. dari ide atau tema kemudian saya tulis dari bait satu dan seterusnya. dan banyak yang tidak sekali jadi dalam 1 hari. masing-masing penyair memiliki teknis yang spesifik dan mungkin berbeda dengan yang lainnya. tetapi saya dapat sampaikan mengenai semacam tips dalam menulis puisi.
      Semacam syarat dan tips menulis puisi:
      1. Suka dengan puisi.
      2. Peka terhadap situasi atau suasana sekitar: berkaitan dengan kesiapan untuk menangkap kesan yang muncul dari lingkungan dan dapat menjadi ide/tema puisi
      3. Mulailah dengan tema dari hal-hal yang paling dekat dengan diri/kehidupan kita, sehingga ada kemudahan untuk menuliskannya.
      4. Segera mencatat beberapa kata yang terlintas dalam benak, meskipun hanya beberapa kata, sebelum hilang tertimpa oleh kesan penginderaan selanjutnya, agar dapat menjadi draft puisi (bisa di kertas kecil atau telepon genggam/ Hand Phone ketika di perjalanan).
      5. Segera mencoba menulis puisi, dengan kata yang terlintas pertama, biarkan mengalir saja.
      6. Terus dan tekun mencoba, menulis puisi dari beberapa bahan yang ada, dan membacanya kembali untuk menambah, mengurangi, mengubah kosa kata, gaya bahasa, dll.
      7. Banyak membaca, informasi, pengetahuan, ilmu apa saja: untuk pengayaan tema dan menabung perbendaharaan kata.
      8. Gunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tesaurus untuk membantu mencari kosa kata baku dan yang jarang dipakai dalam percakapan atau penulisan keseharian.
      9. Membaca puisi karya orang lain: untuk melakukan kaji-banding atau benchmark, mengukur secara relatif posisi puisi kita.

      sementara demikian. mohon kritik jg jika ada yang perlu diperbaiki. salam semangat karya.

      • roel berkata:

        wah, terimakasih banyak bang tipsnya. selama ini saya selalu menganggap enteng yang no.4, saya sering menunda2 utk menulis apa yg ada dibenak saya, beberapa menit kemudian saya lupa deh, hehehe… terimakasih bang pencerahannya.
        oiya, di blog saya, saya posting puisi-puisi karya saya, saya harap abang berkenan berkunjung ke blog saya, karena saya sangat butuh kritik dan saran, sementara teman2 yang berkunjung selama ini hanya mengagumi puisi saya, jadi saya nggak tau apakah puisi2 saya emang bener2 baik atau tidak. terimakasih bang.🙂

  4. Ririn Arivatus berkata:

    kapan puisiku tampil di media masa?

    • budhisetyawan berkata:

      agar bisa dimuat di media massa ya mesti kirim puisimu ke media massa, Ririn. seperti yang saya sarankan, silakan memulai dari media kecil atau media komunitas sastra, seperti buletin/jurnal yang dirilis. Forum Sastra Bekasi menerbitkan media sederhana bernama Buletin JEJAK yang terbit sebulan sekali. silakan kirim puisi/cerpen/esai ke buletin tersebut. walau media kecil tetapi Buletin JEJAK menerapkan seleksi yang cukup memadai dalam menampilkan karya yang akan dimuat. untuk pembelajaran, jika termuat di Buletin JEJAK bisa untuk batu loncatan berkirim karya ke media massa umum yang ada rubrik sastranya. email Buletin JEJAK: redaksibuletinjejak@yahoo.com

  5. pakdhe Nung berkata:

    Buat puisi bahasa jawa gak mas Budi? Soalnya saya sedang belajar bahasa jawa dan punya blog http://primbonbahasajawa.blogspot.com masih memerlukan banyak referensi tulisan untuk melengkapi blog tersebut. semoga mas Budi berkenan.

    • budhisetyawan berkata:

      ada beberapa geguritan saya di blog saya ini pakdhe. silakan dicari dengan kata ‘geguritan’. beberapa geguritan saya juga diambil oleh beberapa orang dan dimuat di beberapa situs, ada yang menyertakan nama saya sebagai pengarang, namun ada juga yang tidak menyertakan nama saya. untuk mengecek, silakan dicari lewat mesin Google dengan menyebutkan judul geguritan saya: ‘Ron Garing’, ‘Sukma Lelana Gugat’, atau dengan kata ‘geguritan Budhi Setyawan’. matur nuwun pakdhe.

  6. athi_xha berkata:

    Permisi, Mas Budi numpang tanya nih, puisi yang biasa di muat ke media massa itu tema tentang apa saja? Apa setiap media massa itu temanya sama? matur tq

    • budhisetyawan berkata:

      sepengetahuan saya, tidak ada tema khusus. sepertinya bebas. tetapi mungkin lebih banyak yang bertema kenangan. untuk lebih jelasnya, silakan beli beberapa koran edisi Minggu yang ada rubrik puisinya yaa. selanjutnya silakan kirim puisi ya ke media2 tsb, semoga banyak yang termuat. coba terus, jangan berhenti. trm ksh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s