Puisi Budhi Setyawan di Antologi Sauk Seloko PPN VI Jambi 2012

Cover Sauk Seloko Puisi PPN VI JambiAda 2 puisi saya yang termuat di Antologi Sauk Seloko: Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi tahun 2012. Antologi ini diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jambi sebagai buku kumpulan puisi karya penyair yang diundang dalam Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi tanggal 28 – 31 Desember 2012, dengan kurator: Acep Zamzam Noor, DimasArika Mihardja dan Gus tf, memuat 300 puisi karya 213 penyair dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand.

 

Ada beberapa nama penyair yang sudah begitu dikenal publik sastra yang karyanya termuat di antologi ini (sekadar menyebut beberapa nama) antara lain: Abdul Wachid B.S., Adri Sandra, Afrizal Malna, Ahda Imran, Ahmadun Yosi Herfanda, Alex R. Nainggolan, Ali Syamsudin Arsi, Anwar Putra Bayu, Arsyad Indradi, Asa Jatmiko, Bambang Widiatmoko, Beni Setia, Boedi Ismanto, Diah Hadaning, Dinullah Rayes, Dorothea Rosa Herliany, Iman Budhi Santosa, Isbedy Stiawan ZS, Iyut Fitra, Joko pinurbo, Jumari HS, Nanang Suryadi, Raudal Tanjung Banua, Sihar Ramses Simatupang, Sindu Putra, Soni Farid Maulana, Thomas Budi Santoso, Tjahjono Widarmanto, Tjahjono Widijanto, Toto St Radik, Warih Wisatsana, Wayan Sunarta, Yudhi MS.

Selain itu juga memuat karya penyair muda yang puisi-puisinya kerap menghiasi media massa daerah dan nasional dan merupakan penyair potensial yang kemungkinan akan bertahan lama dalam karyanya karena ketekunan dalam pencariannya, seperti: Alizar Tanjung, Arif Fitra Kurniawan, A’yat Khalili, Bode Riswandi, Eko Putra, Esha Tegar Putra, Fatih Kudus Jaelani, Fitri Yani, Frischa Aswarini, F Rizal Alief, Galih Pandu Adi, Heru Joni putra, Hudan Nur, Irma Agryanti, Kiki Sulistyo, Mutia Sukma, Nana Riskhi Susanti, Ni Made Purnamasari, Ni Putu Rastiti, Ni Wayan Idayati, Nissa Rengganis, Pringadi Abdi Surya, Ragdi F. Daye, Sartika Sari, Zelfeni Wimra.

 

Dua puisi saya berjudul Tembang Cahaya Anak Negeri dan Siluet Senja di Situs Benteng. Dan di blog saya ini saya cantumkan puisi yang berjudul Tembang Cahaya Anak Negeri.

 

Tembang Cahaya Anak Negeri

 

kami kerumunan tunas di kebun pagi

yang rindu membukanya matahari

dari kelopak dua gunung biru

seperti di lukisan pemandangan itu

 

jalanan dusun yang tanah

merekam lekat pijak langkah

 

sawah sawah yang penuh bencah

merawat dada terus degupkan madah

 

sungai sungai penuh kecipak

arus rindu pun makin menjejak

 

kami suka bersua di kelas malam

belajar kepada guru alam

semilir angin yang asih

serta sosok purnama yang menebar

pendar penuh kegaiban

memekarkan kesahajaan

 

semua mengalir

terus mengalir

serupa restu ibu yang senantiasa hadir

 

Jakarta, 2012

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

10 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Antologi Sauk Seloko PPN VI Jambi 2012

  1. Unis Sagena berkata:

    saya ngirim juga ke Jambi, tapi lewat bbrp jam dari deadline. entah sbb itukah tak lolos atau memang blum layak sebuku dengn para nama2 besar tsb…selamat yah, mas..:)

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih Unis Sagena. mungkin karena sudah leat batas waktu kirim, jadi tidak dilihat lagi oleh panitia. karena puisi yang masuk sekitar 3000 (tiga ribuan) puisi, dan kemudian diambil 300 puisi. jadi kerja panitia memang cukup berat. dan pasti jg lumayan melelahkan.

      semoga nanti bisa masuk di antologi PPN berikutnya. PPN VII tahun 2013 rencana diadakan di Singapura. demikian info dari teman yang hadir di Jambi.

  2. Herman Syahara berkata:

    Mantab Mas Budhi Setyawan. Mainkan terus sampai lupa lautan

  3. lala dua. berkata:

    bahasanya sastera , mudah difahami dan sangat alami, anugerah ilahi yang tidak terperi ,sekalung tahniah Pak Budhi, semoga ilham menjelma dalam sukma, disalurkan untuk tatapan…

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih Lala. smg tulisan saya sanggup memberi inspirasi estetika jiwa, walau cuma percik, karena saya pun masih belajar bersastra. salam nurani

  4. Sani La Bise berkata:

    Saya penyair dari Malaysia. Bagaimana agar saya bisa memiliki Antologi Sauk Seloko ‘Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI’.?

    Saya ingin sekali memilikinya kerana karya saya termuat dalam antologi ini.

    Terima kasih.

    • budhisetyawan berkata:

      Saya juga tidak hadi rdi acara PPN Jambi. tetapi saya minta tolong teman saya yang hadir ke Jambi untuk membawakan 1 buku jatah untuk saya tersebut. Apa waktu acara PPN tidak minta tolong teman penyair Malaysia yang hadir di Jambi? mungkin bisa menghubungi panitia, salah satunya yaitu Jumardi Putra. ada akunnya di facebook. demikian. terima kasih.

  5. Nadiah Abidin berkata:

    Mas budi, puisinya bagus banget. Jadi terinspirasi. Boleh dan memungkinkan ga puisi Mas budi digubah menjadi sebuah lagu? Aku ada rencana ganti brand sanggar. Perlu lagu-lagu andalan untuk brand baru itu. Puisi ini jika dijadikan lagu andalan sepertinya dahsyat untuk anak-anak binaan di daerah. Minta ijin dan bantuannya ya, Mas. Terima kasih.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih Nadiah telah bersedia singgah di gubugku. he3…
      silakan untuk digubah menjadi lagu jika Nadiah dkk berkenan. saya malah sangat gembira.

      selain itu, sebenanrnya lebih banyak puisiku yang belum terpublikasi lho. nah, jika diinginkan dengan tema apa, nanti aku cari kira2 ada tidak dengan tema yang diinginkan Nadiah dkk. jika ada, nanti ku email yaaa. salam u anak2 Sanggar. aku mendukung proses berkesenian teman2. salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s