Puisi Budhi Setyawan di Bali Post

Ada 1 puisi saya termuat di koran Bali Post (terbit di Denpasar, Bali) edisi Minggu tanggal 7 Juli 2013. Satu puisi saya tersebut berjudul Tiga Rahasia.

Berikut puisi berjudul Tiga Rahasia tersebut.

Tiga Rahasia

1/

aku tak pernah bisa memahami kisah kisah belati yang begitu keluar dari pabrik telah sedemikian memahami silsilah dendam dan pecah darah. senantiasa ada yang tertinggal dari kerjapan bayang orang orang dengan tarikan terburu bergegas. berhambur ribuan bekas dalam warna kontras yang tak jua sanggup menjadi tanda buat dieja.

2/

setiap keberangkatan adalah perjalanan memuat kehampaan, yang mencoba menafsir hakikat jarak. setiap tujuan hanyalah ambang batas kenaifan kata yang membentur kenyal persepsi. selalu terbit migrasi dan pantulan dari apa yang telah merebut kuasa, hingga melindap menjadi halimun yang menyusup ke ceruk ketika.

3/

biarlah aku memilah memilih ruang, tanpa pintu dan jendela. dan hanya tersedia pori penala seanak rambut yang berarus menyambungkan utas ingatan kepada zikir penangkar waktu.

Bekasi,  2008

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

7 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Bali Post

  1. Ihsan Subhan berkata:

    Tiga Rahasia yang menimbun pertanyaan dari pernyataan tabik kehidupan yang seringkali dialami setiap manusia. Aku suka. Mas Budi, Penyair yang dimuat di Bali Post ada siapa lagi? bisa diposting ke Blog Mas Budi gak?

    Salam Sastra. Salam Akrabisasi. Sebab Puisi dapat mengakrabkan.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih sdh singgah mas Ihsan. Puisi sy di atas kiriman agak lama, yang lain2 dimuat tahun kemarin [2012]. memang mas Umbu suka memuatnya kadang 1 puisi, kadang ada 3 puisi pada satu edisi bali Post Minggu. Saya kemarin diberitahu 2 teman saya penyair Kiki Sulistyo & DG Kumarsana di Lombok, bahwa ada 1 puisi saya dimuat di BPM. Akan tetapi saya sendiri smp dgn saat ini [10 Juli 2013] belum melihat koran itu. biasanya Kiki kirim koran tsb ke saya. Jadi saya belum tahu ada puisi karya siapa saja pada edisi 7 Juli tersebut. Saya pun berusaha membantu dia kalau ada puisi yang termuat di media nasional tetapi koran tdk sampai di Lombok, biasanya saya carikan & sy kirim ke dia, saling membantu untuk arsip karya yang dimuat media, terutama yang sulit dibuka atau belum ada versi e-paper/online-nya. sementara demikian mas Ihsan. salam progresif.

      • Ihsan Subhan berkata:

        ok mas Budi. Cukup jelas dan lugas balasannya. cara mas Budi menuturkan bahasa dalam konteks balasan atas pertanyaan, begitu nikmat dibacanya. serasa membaca cerpen. sya suka. Hem… Betul apa yang dikatakan oleh guru bahasa Inggris saya di SMA dulu. bahwa “Kebaikan dimana pun akan sama” bahwa “setiap kali kita menggali ilmu, pasti akan secara kebetulan selalu saja ada celahnya” termasuk puisi. Saya dulu sering membaca Puisi mas Budi (tapi kurang diperhatikan). Tiba-tiba, entah kenapa pada saat saya cari puisi. Saya selalu menemukan puisi mas. Sampai akhirnya saya khidmat untuk membaca puisi mas Budi. Terima kasih mas Budi. Ada pembelajaran dan pengalaman spiritual yang menarik nih. karena puisi.

  2. budhisetyawan berkata:

    terima kasih mas Ihsan Subhan. komentar yang menyemangati sekaligus memberikan umpan balik, agar saya reflektif untuk membaca dan mengevaluasi karya saya sendiri. bagaimanapun saya masih pembelajar. meski usia saya sudah cukup tua, namun saya tak malu untuk belajar kepada yang lebih muda. sampai saat ini saya masih merasa sebagai ‘mualaf’ di jagad sastra, sehingga saya mesti banyak2 belajar kepada siapapun agar lebih berisi.

    memang ada semacam ‘hidayah’ dari pergulatan saya di puisi. paling tidak saya bisa mendapat banyak pertemanan dengan para penyair/sastrawan di berbagai kota di Indonesia. pertemanan sy ambil hikmahnya secara kekaryaan, betapa mereka yang berada di luar Jawa dan di daerah yang terpencil, namun mereka tetap berkarya, tetap mengisnpirasi dunia sekitarnya. mereka [termasuk beberapa buruh migran di Hongkong, Taiwan, dll] secara tidak langsung mengingatkan dan menyemangati saya untuk terus menulis, berkarya.

    nah apalagi Mas Ihsan yang masih muda, secara kapasitas masih sangat luas untuk tumbuh dan berkembang, serta secara waktu belum banyak direpotkan dengan berbagai urusan tentunya. maka semoga semakin terpacu untuk berkarya secara lebih kreatif dan progresif. salam karya selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s