Puisi Budhi Setyawan di Buku Antologi PUISI MENOLAK KORUPSI

Cover Antologi Puisi Menolak KorupsiForum Sastra Surakarta pada bulan Mei 2013 menerbitkan sebuah buku antologi berjudul PUISI MENOLAK KORUPSI. Buku tersebut digagas oleh penyair yang selalu menampilkan gaya teatrikal ketika membacakan puisi yaitu Sosiawan Leak. Penyair asal Solo itu juga menjadi Koordinator Gerakan Puisi Menolak Korupsi, sekaligus juga menjadi penyunting buku antologi ini bersama Rony Azza dan Rini Tri Puspohardini. Buku ini cukup tebal yakni 450 halaman, memuat ratusan puisi dari 85 penyair dari berbagai daerah di Indonesia.

Ada banyak nama yang sudah dikenal di jagat sastra Indonesia antara lain: Agus R Sardjono, Ahmadun Y Herfanda, Ali Syamsudin Arsi, Arsyad Indradi, Bambang Widiatmoko, Beni Setia, Dedet Setiadi, Dharmadi, Dimas Arika Mihardja, Endang Supriyadi, Gunawan Tri Atmodjo, Handry TM, Hardho Sayoko, Heru Mugiarso, Isbedy Stiawan ZS, Jamal D Rahman, Jumari HS, Kusprihyanto Namma, Radar Panca Dahana, dan tentu saja Sosiawan Leak (sekedar menyebut beberapa nama).

Setelah dirilis, telah dilakukan 3 kali roadshow baca puisi di 3 kota yakni di Blitar, Tegal, dan Banjarbaru. Direncanakan roadshow selanjutnya diadakan di gedung KPK di Jakarta pada bulan Agustus 2013.

Buku ini dicetak secara swadaya gotong royong iuran dari para penyair yang puisinya termuat dalam buku ini. Bagi pembaca yang ingin mendapatkan buku tersebut, harganya adalah Rp 40.000,- (empat puluh ribu rupiah), belum termasuk ongkos kirim. Yang berminat silakan pesan ke email saya di: budhisetya69@yahoo.com atau kirim pesan ke akun Facebook saya di: Budhi Setyawan Penyair Purworejo.

Ada 5 puisi saya termuat di dalam buku ini, yang berjudul: Menikam Ayat Kehidupan, Lampu Lampu Pemikat, Lidah Liur Anjing, Transfer kenikmatan, dan Analisis Ekonomi Terali.

Di sini akan saya kutipkan 1 puisi saya yang berjudul: Lidah Liur Anjing.

 

Lidah Liur Anjing

o, mereka

ada di dalam lidah anjing

mengendus  cuaca

batas batas langit

mengirimkan badai salah musim

yang menyerpih

dan membersitkan cerita epik

yang sesat di labirin pemaknaan

o, mereka

ada di dalam liur anjing

menetes netes melihat

grafik pertumbuhan

meraba raba pencapaian

yang merambatkan sulur

dan tabel tabel kusut

yang kelam di lingkaran peradaban

lidah yang liur, terdesak terulur

berjamur dan selalu terjulur

menjilati syahwat syahwat

lembar angka berbunga

liur yang lidah, sepertinya mereka

tak pernah menerjunkan diri

ke dalam alam sejarah

berkubang jelaga, lindap cahaya

melukis negeri menuju punah

           

Jakarta, Maret 2013

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

8 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Buku Antologi PUISI MENOLAK KORUPSI

  1. Ihsan Subhan berkata:

    tentu yang ini pun. saya suka. “,,, ada di dalam lidah anjing/ mengendus cuaca/ batas batas langit
    /mengirimkan badai salah musim …” pilihan diksi yang jenius. ide pemikiran yang cemerlang. Sarat metafora, mendeskripskan kerusakan moral, mengintegrasikannya pada salah satu unsur hewani. (maaf jika penilaian saya kurang tepat) ini hanya feel saya. begitulah adanya.

    Salam Puisi

    • budhisetyawan berkata:

      trm ksh mas Ihsan Subhan. betul yg disampaikan dlm komentar mas Ihsan. sy mengambil metafor ‘anjing’, krn ada unsur liur yg najis, jg dagingnya jg haram. ‘badai salah musim’ itu asumsikan spt banyaknya berita ttg korupsi, tetapi koruptor malah spt ‘artis/aktor’ saja. diberitakan dimana mana. dan spt jd konsumsi utk larisnya media massa. sy tentu sgt kecewa, jk pd akhirnya hukuman yg diberikan tdk memberikan efek jera. kan mestinya efeknya jera & tdk mudah mengulangi lg, serta merasakan bgmn pahitnya hidup.

      bgmnpun sy msh belajar dlm ranah sastra. wl sy sdh tua & sulit untuk mencapai kondisi puncak kekaryaan, tetapi sy berupaya menyemangati teman2 yg lebih muda, semoga dgn masih luasnya kesempatan, yg muda2 akan jauh lebih bagus daripada karya2 saya.

      salam semangat. terima kasih.

  2. Anton Wibowo berkata:

    Salut Buat para Penulis buku PUISI MENOLAK KORUPSI,
    ya.. meskipun kami bukan anggota KPK, tapi kami bisa ikut berpartisipasi dalam menolak Korupsi.
    Terus berkarya Pak Budhi..

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mas Anton Wibowo. bagaimanapun korupsi menciderai rasa keadilan dan nurani kehidupan. jadi korupsi sbg penyakit yg berbahaya mesti diperangi melalu berbagai cara. dari sisi tulisan, mampu saya baru menulis puisi dengan tema terkait korupsi. demikian. terima kasih salam penyemangatnya. salam karya.

  3. Fizka Fari berkata:

    saya salut sama buah karya bapak , bagaimana bisa menulis puisi dengan berbagai metafora dan diksi seindah itu pak ? share ilmunya boleh gak pak ?

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih atas apresiasinya mba Fizka Fari. secara ilmu sastra sata belum banyak bekal. namun saya memang sangat menyukai puisi dan lebih banyak belajar dari membaca puisi karya penyair2 terkenal yang sering muncul karyanya di buku sastra atau media massa. namun saya berusaha tetap mengedepankan orisinalitas, tidak ada keinginan sedikitpun untuk menjiplak atau menjadi plagiat. walaupun kalau unsur pengaruh (influence) dari karya penyair tertentu mungkin ada dalam tulisan saya.

      menulis, bukan hanya puisi, merupakan kerja seni yang banyak memberdayakan otak kanan. ada penulis yang mengatakan: agar tulisan makin bagus, ya menulis terus. asah terus. itu benar menurut saya. secara mendasar untuk menjadi penulis, akan lebih baik jika juga menjadi pembaca. semakin banyak bekal untuk tulisan akan semakin kaya hasil tulisan kita.

      tidak ada ilmu khusus. menurut saya ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, antara lain beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai “semacam syarat dan tips menulis puisi”:
      1. Suka dengan puisi.
      2. Peka terhadap situasi atau suasana sekitar: berkaitan dengan kesiapan untuk menangkap kesan yang muncul dari lingkungan dan dapat menjadi ide/tema puisi
      3. Mulailah dengan tema dari hal-hal yang paling dekat dengan diri/kehidupan kita, sehingga ada kemudahan untuk menuliskannya.
      4. Segera mencatat beberapa kata yang terlintas dalam benak, meskipun hanya beberapa kata, sebelum hilang tertimpa oleh kesan penginderaan selanjutnya, agar dapat menjadi draft puisi (bisa di kertas kecil atau telepon genggam/ Hand Phone ketika di perjalanan).
      5. Segera mencoba menulis puisi, dengan kata yang terlintas pertama, biarkan mengalir saja.
      6. Terus dan tekun mencoba, menulis puisi dari beberapa bahan yang ada, dan membacanya kembali untuk menambah, mengurangi, mengubah kosa kata, gaya bahasa, dll.
      7. Banyak membaca, informasi, pengetahuan, ilmu apa saja: untuk pengayaan tema dan menabung perbendaharaan kata.
      8. Gunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tesaurus untuk membantu mencari kosa kata baku dan yang jarang dipakai dalam percakapan atau penulisan keseharian.
      9. Membaca puisi karya orang lain: untuk melakukan kaji-banding atau benchmark, mengukur secara relatif posisi puisi kita.

      sementara demikian, selamat berkarya. menulis dan terus menulis mba Fizka. semangatkan menuju terbaik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s