Puisi Budhi Setyawan di Antologi Puisi Menolak Korupsi jilid 2a

Cover Antologi PMK 2aAda 5 puisi saya yang termuat di Antologi Puisi Menolak Korupsi jilid 2a yaitu Tingkah Tikus Republik, Opera Raja Maling, Gratifikasi Molek, Abses Bisul Korupsi, dan Sekelumit Noktah: SIM.

Antologi Puisi Menolak Korupsi jilid 2a dan 2b terbit didorong terutama oleh antusiasme para penyair yang tidak sempat mengirimkan puisinya untuk dimuat di buku Antologi Puisi Menolak Korupsi (PMK) (jilid 1) yang terbit pada bulan Mei 2013 karena tidak mengetahui informasi pengumpulan puisi untuk antologi PMK tersebut atau karena sebab lain. Sosiawan Leak sebagai Koordinator Gerakan Puisi Menolak Korupsi kemudian mengumumkan rencana antologi PMK jilid 2, dengan tetap mempersilakan penyair yang karyanya telah dimuat di antologi PMK (jilid 1) dapat mengirimkan karya puisi dan melalui penyebaran informasi lebih intensif dan lewat grup di jejaring sosial Facebook, akhirnya terkumpul sangat banyak puisi dari penyair berbagai wilayah Indonesia, bahkan ada penyair asal Indonesia yang bermukim di luar negeri. Oleh karena jumlah puisi yang terpilih masih sangat banyak, dan jika dibuat dalam 1 buku menjadi sangat tebal kira-kira 2 kali tebalnya dari buku PMK (jilid 1), maka buku PMK jilid 2 dibagi menjadi 2 buku yaitu 2a dan 2b, yang terbit bulan September 2013, memuat puisi karya 197 penyair. (buku Antologi PMK (jilid 1) memuat puisi karya 85 penyair). Buku Antologi PMK 2a memuat puisi karya penyair dengan abjad nama depan A – H, sedangkan PMK 2b memuat karya penyair dengan abjad nama depan I – Z.

Buku antologi Puisi Menolak Korupsi jilid 2a dan 2b memiliki ketebalan masing-masing 404 dan 426 halaman. Bagi yang berminat, buku tersebut dapat diperoleh masing-masing dengan harga Rp 40.000,- (empat puluh ribu rupiah), belum termasuk ongkos kirim. Silakan hubungi saya di email: budhisetya69@yahoo.com.

Untuk blog ini saya cantumkan 1 puisi yang berjudul Gratifikasi Molek.

Gratifikasi Molek

terngiang di awang awang

suara suara yang direndahkan

untuk menjaga agar tak terekam

oleh dinding penyekat ruang:

”hanya ini saja? bukankah ini

belum sepadan dengan resiko saya?”

”maaf pak. ini baru setoran awal.

selanjutnya nanti kita atur

pertemuan yang lebih manis.”

”ah pintarnya kamu bicara.

apakah tidak bisa lebih besar

sebagai tanda setia?”

”iya bapak. baru itu yang kami

bisa. namun demikian, kami

telah menyediakan lampiran

kesepakatan ini. kami telah

siapkan gitar spanyol pak.

ada di kamar enam enam enam.

kami berharap bapak berkenan

dengan penampilan dan ukurannya.

selamat memetik dan memainkan

 ya pak?”

dan konon,

gitar itu beberapa kali muncul

di dalam kotak televisi. ia makin

terkenal layaknya artis saja.

banyak orang (terutama wanita)

yang lalu membenci sosok ini.

dan sebagian laki-laki juga

membenci. atau jangan jangan,

ada yang sebenarnya tergiur

ingin mencicipi.

Jakarta, 22 Juli 2013

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s