Puisi Budhi Setyawan di Buku ANTOLOGI APRESIASI SASTRA INDONESIA MODERN

Cover Antologi Apresiasi Sastra Indonesia Modern_Korrie Layun Rampan_2013Tulisan di sampul belakang buku itu adalah:

Antologi ini disusun oleh sastrawan Korrie Layun Rampan agar para pendidik dan pengajar dapat memilih bentuk karya sastra yang berkualitas sekaligus tepat untuk bahan apresiasi. Dengan demikian para pendidik dan pengajar dapat dengan mudah menjelaskan elemen-elemen cipta sastra yang butuh penjelasan, tanpa keruwetan dan tanpa kesukaran interpretasi.

Buku ini juga memuat karya sastra (pilihan) dari zaman Angkatan Pujangga baru sampai para Sastrawan Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia. Sehingga dengan membaca buku ini, kita dapat mengetahui perkembangan perjalanan Sastra Indonesia Modern sejak tahun 1930-an sampai dengan tahun 2010, selama lebih kurang 80 tahun.

Buku ini diterbitkan oleh Penerbit NARASI yang beralamat di Jl. Cempaka Putih No. 8 Deresan CT X, Gejayan, Yogyakarta 55283. Buku cetakan pertama  tahun 2013 dengan ketebalan 312 halaman ini terdiri dari 5 bab yaitu Bab I Puisi, Bab II Cerpen, Bab III Esai, Bab IV Drama, dan Bab V Fragmen Novel.

Untuk Bab Puisi, memuat 35 puisi dari 35 penyair Indonesia yaitu Amir Hamzah, Chairil Anwar, Sitor Situmorang, Subagio Sastrowardoyo, Piek Ardijanto Soeprijadi, Taufiq Ismail, Rendra, Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri, Goenawan Mohamad, Abdul Hadi WM, D. Zawawi Imron, Hamid Jabbar, Linus Suryadi AG, F. Rahardi, Ajamuddin Tifani, Emha Ainun Nadjib, Afrizal Malna, Acep Zamzam Noor, Agus R. Sarjono, Dorothea Rosa Herliany, Cecep Syamsul Hari, Jamal D. Rahman, Sindu Putra, Cok Sawitri, Budhi Setyawan, Hasan Aspahani, W. Haryanto, Evi Idawati, Indra Tjahjadi, Asmi Dewi, Wayan Sunarta, Marhalim Zaini, Agus Manaji, dan M. Hasan Sanjuri.

Saya diberitahu kalau puisi saya ada di dalam buku tersebut oleh seorang penyair bernama Sofyan RH Zaid yang saat itu sedang berbelanja buku di toko buku Gunung Agung di daerah Bekasi, Jawa Barat. (terima kasih ya Mas Sofyan telah dibelikan buku ini.) Namun ada perbedaan judul puisi yaitu di daftar isi tertulis puisi saya berjudul Semburat Jingga di Kelokan Waktu, namun di halaman 81 buku itu tercantum puisi saya yang berjudul Kenduri Keharuan. Memang 2 judul puisi tersebut termuat dalam Majalah Sastra HORISON No. 11 Tahun XLV November 2010 bersama 2 puisi lainnya yang berjudul Sebuah Penjelajahan Ruang Rasa dan Menyemut Perjalanan Menuju Tembangmu. Selain itu dalam buku ini puisi Kenduri Keharuan tertulis dalam 2 bait, padahal dalam tulisan asli saya dan yang termuat di Horison adalah dalam 4 bait.

Berikut saya cantumkan di sini puisi berjudul Kenduri Keharuan.

Kenduri Keharuan

jemari kami tak berkesudahan mengirimkan hujan ke ruang ruang pertemuan untuk mengusir kemarau yang terlampau cepat menafsir nujum kehadiran. berharap kuntum kuntum mawar berembun, masih segar di taman dada nan ranum.

kami hanya bisa memahami sebuah kepergian, namun kami tak cukup pandai untuk melukiskan secara tepat ilustrasi sebait kesedihan. juga mencatat gigil perasaan yang terus berlepasan.

jejarum jam akan senantiasa menekuni nafas usia, mewiridkan segala niatan putih yang kemarin tersembunyi dalam laci meja.

di sini, kami duduk melingkar lingkar berdekatan, merupa metamorfosa buat menawan aura keheningan.

            Bekasi, 2010

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

3 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Buku ANTOLOGI APRESIASI SASTRA INDONESIA MODERN

  1. Ekohm Abiyasa berkata:

    Wiih! Berkat produktivitas yang luar biasa.

    Selamat pak. Semoga saya bisa konsisten dan produktif seperti Jenengan.

    Salam

    • budhisetyawan berkata:

      Alhamdulillah. terima kasih apresiasinya mas Ekohm. saya syukuri bahwa 1 puisi saya dimasukkan dalam antologi itu oleh penulisnya yaitu mas Korrie Layun Rampan. saya tidak menyangka dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. saya anggap sebagai kejutan yang baik buat saya.

      namun demikian saya mengakui dengan jujur bahwa sampai dengan saat ini say abelum berhasil menciptakan karya terbaik. masih dengan pembelajaran semampu saya yang mencoba menulis di antara keriuhan suasana.

      kepada mas Ekohm dan semua penulis, sangat terutama yang lebih muda, harus melakukan pencapaian yang melebihi saya. saya menyemangati teman semua bahwa saya mengawali serius berkarya sastra ketika usia sudah tidak muda lagi. namun saya sudah berniat akan melakukan peningkatan karya, dengan begitu saya berusah amenyemangati kepada yang muda: “kalian yang masih muda, yang masih punya pemikiran dan gagasan segar, yang belum banyak direpotkan dengan segala urusan orang dewasa, ayo berkarya. berkarya dan terus berkarya. pancangkan niat untuk membuat sejarah yang lebih bermakna bagi kehidupan dan peradaban!”

      selamat berkarya mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s