Pertemuan Forum Sastra Bekasi Vol. 33 & Launching Buku Antologi Puisi “KEPADA BEKASI” Saung Bitung, Minggu 29 Desember 2013

Oleh: Budhi Setyawan*

 

Cover Antologi Puisi Penyair FSB 2013Forum Sastra Bekasi (FSB) digagas oleh beberapa orang yang suka sastra yang bermukim di wilayah Bekasi yaitu Budhi Setyawan, M Taufan Musonip, Bagus Anom, Ali Satri Efendi, dan Nisa Salwa. Mereka bersepakat membuat komunitas yang dimaksudkan sebagai wadah komunikasi dan pembelajaran bersama dari penggiat sastra di wilayah Bekasi kota dan kabupaten. Komunitas FSB berbasis pertemuan tatap muka dan dilakukan sebulan sekali, biasanya pada minggu ke-3.

FSB secara resmi terbentuk pada tanggal 23 April 2011 sekaligus pertemuan pertama di kediaman Budhi Setyawan. Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh 9 orang. Pada pertemuan pertama ini juga diluncurkan media komunikasi komunitas yang bernama Buletin JEJAK edisi perdana.  Buletin JEJAK memiliki rubrik Mukadimah, Catatan Kebudayaan, Puisi, Cerpen, Esai Kritik Sastra/ Resensi, Embrio (karya anak sekolah, berupa cerpen dan puisi), Serba Serbi, dan Sosok.

Pertemuan FSB rutin digelar setiap bulan dengan berpindah-pindah tempat, kadang di rumah warga FSB atau di tempat umum seperti rumah makan, Gedung Djoeang, dll. Karena dalam FSB tidak ada persyaratan ketat keanggotaan dan kehadiran namun bersifat kesadaran berkomunitas, maka yang hadir dalam setiap pertemuan selalu bervariasi jumlahnya, dari 9 orang sampai 21 orang. Tempat pertemuan yang berpindah-pindah memang terasa ada masalah terkait dengan mencari alamat pertemuan serta jauhnya jarak warga FSB yang meliputi kota dan kabupaten Bekasi. Namun secara tidak langsung memberikan dampak kepada warga untuk lebih mengenal wilayah kota dan kabupaten Bekasi.

Buletin JEJAK mengutamakan karya sastra dari penulis yang berada di wilayah kota dan kabupaten Bekasi. Ini dimaksudkan untuk menampung karya dan membantu publikasi, sekaligus memberikan umpan balik pembelajaran pada waktu pembahasan karya. Sampai dengan 2 tahun usia Buletin JEJAK, masih sangat dominan karya penulis dari luar wilayah Bekasi. Karya yang berasal dari luar Bekasi dilakukan seleksi yang cukup ketat oleh redaktur. Ini dimaksudkan, bahwa Buletin JEJAK mengedukasi kepada semua penulis untuk berkarya yang makin baik. Karya dari luar Bekasi ini diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi penulis di wilayah Bekasi agar kualitas karyanya semakin meningkat. Secara tidak langsung, dari pengelola Buletin JEJAK mendorong penulis Bekasi untuk melakukan analisis perbandingan karya (benchmark) dengan karya dari luar Bekasi.

Memang dari perjalanan 2 tahun lebih FSB, sudah ada kemajuan dari beberapa penulis di Bekasi. Beberapa penulis karyanya dimuat di media massa lokal Bekasi dan nasional. Namun kemajuan yang dicapai belum merata dan signifikan serta belum ada konsistensi kekaryaan. Tentu ada berbagai kendala, terutama warga FSB semuanya adalah orang yang bekerja. Mereka ada yang menjadi pegawai negeri, karyawan swasta, wartawan, wiraswasta, dll. Ada kesibukan yang rutin dan utama sebagai pencari nafkah untuk keluarga, dan menulis merupakan kegiatan sampingan/ hobi saja. Namun itu tidak dapat dijadikan sebagai dalih pembenaran dari lambatnya kemajuan berkarya, karena di luar sana juga banyak penyair/sastrawan yang karyanya sangat berbobot padahal mereka bekerja formal di bidang yang bukan tulis menulis.

Kalau dibaca riwayat orang-orang besar/ternama, mereka di awal memulai profesinya telah menancapkan tekad yang sangat kuat dan keyakinan memperoleh keberhasilan. Dan dalam perjalanan penempuhannya, mereka sangat gigih untuk mencapai suksesnya. Seolah-olah mereka malu dengan janji atau tekadnya di awal karirnya. Sebagaimana dunia kegiatan lain seperti olahraga, dunia kepenulisan juga merupakan kompetisi yang sangat ketat. Ada berbagai seleksi dan tahapan yang mesti dilalui sebelum akhirnya tercatat sebagai sastrawan yang karyanya berbobot dan menginspirasi nurani dunia. Jadi diperlukan penguatan tekad dan upaya sungguh-sungguh untuk menciptakan sejarah besar bagi dirinya sendiri, yang akan memberikan pengaruh baik kepada masyarakat dan lingkungan.

Antologi puisi Kepada Bekasi merupakan kumpulan puisi dari 17 penyair warga FSB. Masing-masing penyair terpilih 3 puisinya untuk diikutkan dalam antologi ini. Ketujuhbelas penyair tersebut adalah Ali Satri Efendi, Ari Witanto, Ayid Suyitno PS, Bambang Widiatmoko, Buddy Rachmadinovich, Budhi Setyawan, Dian Rusdiana, En Kurliadi, Fitrah Anugerah, Hasan Bisri BFC, Jack Efendi, Lina Herlina, M Taufan Musonip, Nila Hapsari, Rismudji Rahardjo, Tuti Anggraeni (Dinding Syair), dan Ummi Rissa. Pada waktu pengumuman pengumpulan puisi, tema puisi adalah bebas. Dalam buku antologi ini puisi-puisi yang termuat dalam ragam tema seperti cinta asmara, sosial, lingkungan, kesunyian, dll.

Penerbitan antologi pertama dari FSB ini diharapkan menjadi momentum kesadaran berkarya menuju lebih baik. Harapan kita semua penyair yang karyanya termuat dalam antologi ini terus berkarya dan membuang jauh-jauh kalimat dalam puisi Chairil Anwar: ‘sekali berarti, sudah itu mati’. Dan bagi penyair yang belum termuat karyanya dalam antologi ini tetap berkarya juga. Diharapkan akan menyusul antologi volume 2 yang dapat juga berisi puisi atau cerpen. Bukan tidak mungkin untuk antologi berikutnya akan dilakukan penilaian atau kurasi yang lebih ketat agar tersaring karya yang semakin berbobot. Perlu diingat bahwa kerja penyair/sastrawan adalah berkarya yang tidak mengenal istilah berhenti atau pensiun. Dan letak eksistensi atau keberadaan pengakuan adalah dari hadirnya karya yang semakin matang dan dewasa.

*Budhi Setyawan, Ketua Forum Sastra Bekasi (FSB). Sehari-harinya bekerja sebagai pegawai negeri di Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan di Jakarta.  Menyukai puisi dan musik terutama rock dan jazz. Beberapa tulisannya yang termuat di media dan buku antologi dapat dilihat sebagian di blog www.budhisetyawan.wordpress.com Alamat emailnya: budhisetya69@yahoo.com

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kabar & Silaturrahmi 1. Tandai permalink.

2 Balasan ke Pertemuan Forum Sastra Bekasi Vol. 33 & Launching Buku Antologi Puisi “KEPADA BEKASI” Saung Bitung, Minggu 29 Desember 2013

  1. Ekohm Abiyasa berkata:

    Okesip!

    Makin sukses kedepannya. Salam Puisi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s