Puisi Budhi Setyawan di Antologi Puisi TENGARA GETAR LENGKARA: Ulang Tahun ke-35 KOPISISA

Cover Antologi KOPISISA 35thAda 5 puisi saya yang termuat di Antologi Puisi TENGARA GETAR LENGKARA, yang merupakan buku antologi puisi dalam rangka ulang tahun ke-35 Kelompok Peminat Seni Sastra KOPISISA Purworejo. Ide dari antologi puisi ini adalah dari Ketua KOPISISA Soekoso DM, yang sebagai penyair karyanya telah banyak tersebar di media massa dan antologi bersama, juga beberapa kumpulan puisi tunggal. Buku ini diterbitkan KOPISISA Purworejo, cetakan Pertama, Mei 2014.

Nama 22 penyair yang puisinya dimuat di buku ini adalah: Soekoso DM, Maskun Artha, H. Riyanto, Sumanang Tirtasujana, Sumarwanto, Riyadi, Dulrokhim, Junaedi Setiyono, Wiyatmi, Budhi Setyawan, RI Tjiptadi, Masdi Artha, Choen Supriyatmi, Makhasin, Kristina Kusuma Indrawati, Ambarwati, RK. Dewi, Sasmita Paramita, Herning Puspitarini, R.K.A Rozzaq W., Anteng Surani, dan Gita Fitri Larasati.

Judul-judul 5 puisi saya adalah: Mimpi Kalender Lama, Sebuah Pulpen Lama, Derit Kenangan, Sajak Penjual Cermin, dan Tuk Mudal Simbarjaya.

Untuk blog ini saya cantumkan 1 puisi yang berjudul Tuk Mudal Simbarjaya.

 

Tuk Mudal Simbarjaya

 

1/

engkau datang dari lubuk dusun

membawa pesan kesunyian

yang menjadi pijar pengetahuan

pada sebuah awal keramaian

 

lalu menetes ke sebuah kota

yang merangkak pelan

di peta sejarah, dan

kelindan arus ketergesaan zaman

 

2/

Purworejo,

ibu kandung yang menahan sepi

terbayang anak anaknya di rantau

 

Purworejo,

lambat derap detak nadi

yang merawat percakapan abad silam

 

3/

tarian dan nyanyianmu

mengirimkan curah kelegaan

kepada napas napas kemarau

di ranah ranah pengharapan

 

meski tak banyak yang menyebut

namamu di relung sukma, namun

denyut kota kelahiran tetaplah nyala

yang menyuluh jauh perjalanan

 

4/

o, aku merindumu

situs mata air yang memancar

dari palung kedalaman nurani yang

tak letih menekuni pembuluh bakti

 

Bekasi, 2014

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

8 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Antologi Puisi TENGARA GETAR LENGKARA: Ulang Tahun ke-35 KOPISISA

  1. Nurhidayah berkata:

    Saya suka yang ini… mski bukan dr purworejo tp puisinya sangat mewakili rasa ” anak rantau”🙂

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mba Nurhidayah. dari panitia antologi memberikan syarat agar ada tulisan tema lokalitas Purworejo. kebetulan mata air (tuk mudal) Simbarjaya itu ada di desa saya. karena saya di perantauan, saya gabungkan dengan suasana sebagai rindu anak rantau.

      salam progresif.

  2. Muhammad Rian Azzam Fakrullah berkata:

    terus menulis kang budhi setyawan. salam sastra.

  3. Junaedi Setiyono berkata:

    Waktu saya masih di SD dulu, saya pernah diajak tetangga saya (seorang keturunan tionghoa yang baik hati) berenang di kesegaran Simbarjaya. Sebuah perjalanan yang sangat istimewa untuk saya. Kilau jernih airnya masih membekas di pelupuk mata sampai sekarang. Juga kelebat hijau sejuk pepohonan di sekitarnya. Terima kasih Mas Budhi yang telah mengingatkan saya pada kenangan indah itu.

    • budhisetyawan berkata:

      matur nuwun mas Junaedi Setiyono sampun kersa pinarak wonten blog kula.

      ya saya mencoba menulis secara permukaan saja tentang Simbarjaya. hanya untuk pengingat karena kebetulan ada di desa saya Mudalrejo. sebenanrnya ada sejarah yang melatari tuk mudal tersebut, namun munngkin nanti lain waktu saya coba buat puisi yang lebih dalam. terima kasih mas. salam takzim saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s