Puisi Budhi Setyawan di Suara Merdeka 10 Agustus 2014

GE DIGITAL CAMERAAda 3 puisi saya yang termuat di rubrik Serat halaman 24 koran Suara Merdeka (Semarang, Jawa Tengah) edisi hari Minggu, 10 Agustus 2014. Ketiga puisi tersebut berjudul Sajak Sebutir Apel, Pusaran Freud, dan Anomali Ketergesaan.

Untuk kiriman karya ke Suara Merdeka, ada info di halaman rubrik Serat yang tertulis: Kirimkan karya cerpen, sajak, esai budaya, dan biodata Anda ke swarasastra@gmail.com

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Anomali Ketergesaan.

 

Anomali Ketergesaan

 

di kamar, pagi belum matang benar

pun mataku masih samar, ketika

kau bertanya: ini hari apa

aku tergagap buat mengingat

entah telah berapa kali

nama nama hari bergantian

keluar masuk lewat jendela

 

zaman terus menabung renta

namun tak mendewasakan segala

selain menyuburkan sangsi dan asing

di sekujur pembuluh kata

usiaku pun tak sanggup menandai

bulan dan tahun yang gegas berangkat

ke jurang silam, lalu menyerpih

perih dalam butiran kelam

 

ketika siang mengintip dari genting kaca

engkau pun kembali bertanya:

hari ini mau kemana

sedangkan hingga kini,

aku masih belum beranjak dari alam bayi

tak hilang dahaga, terus kureguk susu sunyi

 

Jakarta, 2014

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s