Puisi Budhi Setyawan di INDOPOS 23 Agustus 2014

Rubrik HariPuisi Koran Indopos 23 Agustus 2014

Rubrik HariPuisi Koran Indopos 23 Agustus 2014

Ada 5 puisi saya yang termuat di rubrik HariPuisi halaman 16 koran INDOPOS (Jakarta) edisi hari Minggu, 23 Agustus 2014. Kelima puisi tersebut berjudul Ingatan Mimpi, Eli, Puisi Malam, Sebutir Peluru di Dada Anak Palestina, dan Kabut Asap di Gaza.

Pengumuman di bagian bawah rubrik HariPuisi tersebut berbunyi: Redaksi Hari Puisi menerima puisi karya Anda. Kirimkan puisi karya orisinil Anda ke email: calzoumbachrisutardji@gmail.com Sertakan identitas lengkap dan nomor telepon yang mudah dihubingi.

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Puisi Malam.

 

Puisi Malam

mengendaplah kata kata
ke dasar palung renung
berkhidmat dalam tirakat

setabah angin malam
di atas ubun pepohonan
yang lirih mendesau
dalam gema doa

semaksum embun dini hari
di kening dedaunan
yang berserah menetes
dalam sujud tahajud

mengalir, mengalirlah puisi
hingga lindap bunyi
sampai khusyuk sunyi

Purworejo, 2014

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

10 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di INDOPOS 23 Agustus 2014

  1. syamsul berkata:

    puisi yang bagaimana kah yang bisa diterima oleh penerbit? trimakasih

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih telah singgah blog saya.

      mungkin saya perlu sedikit menjelaskan kepada mas Syamsul.
      puisi merupakan karya sastra yang saat ini dianggap kurang komersil oleh penerbit buku. jadi kebanyakan puisi diterbitkan secara indie oleh penyairnya, dengan mencetaknya di percetakan. atau mungkin ada penerbit yang bersedia menerbitkan secara terbatas. itu pun jika nama penyairnya dianggap sudah punya nama di ranah kesusastraan.

      sulit menjawab pertanyaan mas Syamsul.
      sederhananya saja, jika masih hobi berpuisi, maka ya menulislah terus.
      jika ada penerbit yang menganggap puisi kita layak diterbitkan, maka akan ada rezeki untuk penerbitan buk tersebut dari penerbit yang menyukai.

      demikian. salam.

  2. fevi Machuriyati berkata:

    saya pengagum puisi-puisi Pak Budhi. Kadang saya ingin mengirimkan puisi ke media. tetapi perasaan masih belum layak menghinggap dikarenakan masih pemula.đŸ™‚

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mba Fevi telah singgah blog saya.

      ayo kirim puisi2mu ke media massa. puisi2 kamu bagus2 koq. serius. bisa dimulai dengan media massa atau koran lokal dulu. misal koran: Radar Malang, Radar Surabaya, Koran Merapi (yogya), Solo Pos, dst. nanti kemudian bisa ke koran nasional. Indopos, Media Indonesia, dll.

      ayo kirim, terus berkarya dan jangan lupa berdoa.
      salam sastra budaya.

  3. Sudarsono Ms Jawara berkata:

    Salam kenal pak !!!, salut dengan puisi – puisinya. Membuat saya menulis lagi, berupa puisi. Lama tak berjumpa lagi dengan kalimat yang penuh makna. Hanya dihabiskan menulis deari. Makasih pak!

    • budhisetyawan berkata:

      matur nuwun mas Sudarsono Ms Jawara. ayo silakan menulis puisi mas. semoga bisa menjadi teman pelipur sepi diri sendiri, dan selebihnya bisa memberikan pengalaman estetik bagi pembaca. semoga lancar berkarya dan makin berbobot mas.

      salam santun.

  4. yayang wiharja berkata:

    Salam kenal Pak Budi, puisi bapak bagus-baguuus bangetttt. Saya juga lagi belajar nulis puisi nich pak, dan mulai memberanikan diri ngirim2 ke media. Tadinya sich cuma menuhin file di leptop aja hehe. Oia pak, saya mau nanya kalau kirim ke Indopos ada konfirmasi pemuatan kah kalau puisi kita akan dimuat? Trims ya pak, dan semoga makin sukses ^^

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih ibu Yayang Wiharja. selamat juga ya puisi ibu telah dimuat di koran Pikiran Rakyat edisi 2 November 2014. Saya membaca puisi2 tsb karena saya sering beli koran PR. saya malah kalah dengan ibu, karena puisi saya belum pernah memenuhi kriteria di PR jadi belum pernah dimuat sampai saat ini (saya tulis jawaabn komentar ibu).

      ohya, untuk koran Indopos, waktu puisi saya dimuat tahun 2013 ada pemberitahuan dari redaktur. tetapi untuk yang dimuat Indopos pada 23 Agustus 2014 ini tidak ada email dari redaktur. demikian.

      saya pernah mendapat informasi dari teman saya. kedua teman saya tersebut puisinya dimuat di PR, tetapi yang satu mendapat email pemberitahuan, sedangkan teman saya yang lainnya tidak mendapat email pemberitahuan terkait pemuatan.

      menurut saya, pemberitahuan dari redaktur tidak menjadi keharusan dan tidak menjadi sangat penting. pengalamana teman saya (kadang saya lakukan juga); ketika kiriman puisi saya selama 2 bulan tidak dimuat, maka langsung saya kirimkan ke media massa lain. demikian menurut saya.

      silakan kirim ke alamat email koran:
      Indopos: calzoumbachrisutardji@gmail.com
      Media Indonesia: puisi@mediaindonesia.com
      Kompas: opini@kompas.co.id
      Koran tempo: ktminggu@tempo.co.id

      selamat bergerilya karya, semoga banyak dimuat media ya bu Yayang.
      salam progresif!

  5. immam arif berkata:

    pak saya masih baru dipuisi,memang sejak kecil sudah menggemari puisi tapi baru serius sama puisi sejak smk,saya ingin kirim puisi ke media tapi masih bingung bagaimana cara dan format yang benar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s