Puisi Budhi Setyawan di Banjarmasin Post 14 September 2014

Banjarmasin Post 14 September 2014 (halaman Balairung rubrik Dahaga, foto dari olahan file pdf)

Banjarmasin Post 14 September 2014 (halaman Balairung rubrik Dahaga, foto dari olahan file pdf)

Ada 3 puisi saya yang termuat di halaman Balairung rubrik Dahaga halaman 26 koran Banjarmasin Post edisi hari Minggu, 14 September 2014. Ketiga puisi tersebut berjudul Tafsir Senjang, Tabah Laut, dan Sajak Sungsang.

Di halaman Balairung di bawah karya tulisan cerpen dan puisi yang dimuat, ada informasi seperti ini:
INFO PENGASUH
Bagi rekan-rekan yang mengirim tulisan berupa puisi atau cerpen, kami meminta untuk melengkapinya dengan data diri/ copy kartu identitas dan nomor rekening bank Anda. Honor tulisan yang dimuat akan kami transfer. Tulisan bisa dikirim lewat pos ke alamat Kantor Banjarmasin Post Gedung HJ Djok Mentaya Jalan AS Musyafa Nomor 16 Banjarmasin. Sudut kiri amplop ditulis Seni dan Budaya. Bisa juga kirim via email ke hamsibpost@yahoo.co.id

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Tabah Laut.

Tabah Laut
: ibu

ibu adalah lautan, yang rajin mewadahi luka. dan
anak anak hanyalah sampan yang suka bermain main
pada tarian gelombangnya, lalu menjadi kapal motor,
lalu menjadi kapal besar, lalu menjadi pesawat yang
kerap terbang menjilat jilat ketinggian. menggelorakan
raung dan kerap melupakan ombak dan pantai,
meskipun tetap kanak dan menyebut ibu saat menemu
badai.

ibu adalah lautan, muara bagi kedatangan dan
penerimaan segala.

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

4 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Banjarmasin Post 14 September 2014

  1. Titik Embun berkata:

    Tabah Laut metafora dari seorang Ibu. Kadang lembut kadang keras. Namun, penuh kasih pada anak-anaknya yang disimbolkan pada sampan dan kapal besar. Pikiran yang hebat, mas Budhi.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mba Titik Embun. ya saya mencoba menulis puisi ttg ibu. ada beberapa. namun puisi2 tsb tak akan melunaskan bakti anak pada kebaikan seorang ibu. bagaimanapun sosok ibu tak tergantikan. selalu menjaga anak2nya baik dekat maupun jauh, menjaga dengan tangannya, nasihatnya juga doa2nya.

  2. Akhyari berkata:

    Wah, saya langsung kepincut sama tulisan IBU.
    Bagus dan luas. Saya Naga Rucci. salam Lestari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s