Puisi Budhi Setyawan di Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid II

Cover Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid II

Cover Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid II

Ada 1 puisi saya yang termuat di buku Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid II. Buku tersebut diterbitkan oleh Himpunan Masyarakat Gemar Membaca Indonesia tahun 2014 bekerjasama dengan Sanggar Sastra Meronte Jaring Indramayu. Penggagas antologi ini adalah Rg Bagus Warsono, yang pada antologi jilid II ini memberikan tema Kampung Halaman. Pada awal 2014 sudah diterbitkan Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, sehingga antologi jilid II merupakan kelanjutan program antologi dengan judul sama tersebut.

Ada beberapa penyair yang tergabung di buku ini (sekadar menyebut beberapa nama) antara lain: Ali Syamsudin Arsy, Bambang Widiatmoko, Dian Rusdiana, Ekohm Abiyasa, En Kurliadi Nf, Fitrah Anugerah, Gampang Prawoto, Hasan Bisri BFC, Jack Efendi, Nila Hapsari, Sofyan RH Zaid, Tuti Anggraeni, Thomas Haryanto Soekiran, Wayan Jengki Sunarta, Lailatul Kiptiyah.

Puisi saya berjudul Kodil ā€“ Bogowonto. (Kodil dan Bogowonto adalah dua nama sungai yang menyatu dan mengalir di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah).

 

Kodil ā€“ Bogowonto

 

1/

yang memancar kecil

seperti kerlip rindu di kaki Menoreh

lalu mengumpul menyatu

tetes menjelma alir doa dan mantra

lewati rumput dan perdu duri

melalui batu batu sepi

terus melangkah-menari

matamu acap mengerdip pada iklim

susuri liku ranah berpilin

keteguhan pada cita bermukim

 

dan orang orang mencuci angan

dengan sari kesederhanaan dari curahmu

dan lubuk lubuk nampak berdiam

seperti pertapaan matahari

dalam kegaiban sunyi

 

2/

dari pinggang Sumbing, muasal lahirmu

lalu memanjang syair dan zikirmu

dengan jeram jeram yang dingin

dan kecipak derai di gulir musim

pandangmu jauh pada kampung dan sawah

dan jemarimu yang asih, menjamah

dahaga yang retakkan iman

hingga batang-batang padi berbinar segar

pepohonan pun turut senandungkan riang

tempat hinggap burung burung

yang betah merawat sarang

 

dan mereka yang mencari ikan

berkali menebarkan jalanya

mengembangkan harapan

sampai ke langit jernih

tempat bulan bermain

dengan tembang dolanan yang kian lirih

 

3/

di Tempuran, pertemuan penuh haru

berabad abad dipisah jarak

tanpa kabar dan percakapan, namun

anak dan ibu yang selalu menjaga ingatan

di tebing tebing perasaan

yang kokoh dalam gempuran cuaca

dan tafsir tafsir zaman yang menggema

 

di antara derap-kerjap pancaroba

tetaplah rekah bunga

tergambar deras arusmu

tekun merawat kesabaran dusun dusun

dan ketabahan penempuhan usia

yang terus mendegup hingga ke muara selatan

membawa asin kenangan ke tanjung perantauan

 

2014

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s