Puisi Budhi Setyawan di Buku Tifa Nusantara 2

Cover Tifa Nusantara 2Ada 1 puisi saya yang termuat di Buku Tifa Nusantara 2: Bunga Rampai Puisi. Buku ini diterbitkan dalam rangka acara Tifa Nusantara 2, temu kangen dan temu sastrawan nusantara yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang dan Disporabudpar Kabupaten Tangerang. Acara tersebut diadakan di dalam komplek markas Denarhanud 003 Cikupa Tangerang pada tanggal 27 – 29 Agustus 2015.

Ada banyak penyair hadir di acara tersbut yang sebagian besar pernah berjumpa di acara pertemuan sastra dengan saya seperti Arsyad Indradi, Ali Syamsudin Arsy, Abah Yoyok, Dharmadi, Dian Hartati, Humam S. Chudori. Juga banyak penyair muda yang karyanya sering termuat di koran dan majalah sastra. Dari Forum Sastra Bekasi (FSB) ada banyak penyair yang karyanya dimuat di buku ini antara lain Dian Rusdiana, Nila Hapsari, Ali Satri Efendi, Hasan Bisri BFC, Sofyan RH. Zaid, Wans Sabang.

1 puisi saya di buku ini berjudul Senja Batang Batang (persembahan kepada penyair Sofyan RH. Zaid. Batang-Batang adalah nama desa kelahirannya di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur).

Senja Batang Batang
: sofyan rh zaid

matahari telah luruh dari jantung angkasa
membawa banyak bulir kisah untuk diceritakan
kepada angin yang setia menunggui pintu batin
di antara kelepak ingin yang gemar terbang
menembusi bentang tualang
di antara keriap suara unggas yang pulang ke remang
usai seharian berkelana mengais detak imaji
ia yang perlahan mengumpulkan
helai helai penanda dan petanda
melebur dalam temaram tafakur
di haribaan kiblat kebijaksanaan

pepohonan menangkap dingin yang bertiup
dari luar musim ke pori pori dedaun
lalu meresap ke dalam ranting dan dahan
bersemayam memusatkan renik alir
sembari mengingat warna pagi dan nurani embun
bersua dengan arus kedalaman
yang ditekuni oleh kesabaran akar
ditingkah nyanyi jangkrik dan kepak kelewawar
hingga terlukis jejak napas di lingkar tahun
runduk segala sulur afsun

diammu meraih denyut kehadiran diri di tingkap doa
mencipta sekejap gemuruh bagi pemurnian cuaca
menempuh awan yang mengambang di ruang penantian
menjelmakan arsiran gerimis perjumpaan
yang membawakan seikat kidung sunyi
menghampiri ruas ruas hari
yang masih menyimpan artefak sujudmu di masa lalu
seperti hendak mengatakan:
pada akhirnya nanti aku akan kembali
menyusun serakan rasa yang sebagian masih rahasia
dan menyerahkan segala mimpi kepada yang abadi

Jakarta, 2015

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s