Puisi Budhi Setyawan di Batam Pos

Cover Jembia Batam PosAda empat puisi saya yang termuat di lembar budaya Jembia koran Batam Pos edisi hari Minggu, 27 September 2015. Keempat puisi tersebut berjudul Rebana dan Serunai, Teringat Pulau Penyengat, Belajar Menulis Pantun, dan Manusia Perahu.

Postingan di blog saya ini baru sempat saya lakukan karena ada banyak kesibukan sehingga belum sempat memperbarui informasi di blog. Juga saya dapat info pemuatan puisi saya di koran ini dari teman saya seorang penyair di Batam yaitu bang Tarmizi Rumahitam. Saya dapat kiriman koran tersebut dan kemudian saya arsipkan.

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Manusia Perahu.

Manusia Perahu

kusadap getah batin matahari senja
dari kediamanku, di antara lingkup dingin
lengang tanpa angin

lalu seperti bergema salam alam
memasuki lorong pendengaran:
”lapar jiwamu memanggil
hendaknya kau bersiap untuk pelayaran
arungi lautan yang tergelar
di keluasan tubuh angan”

dan kubuat perahuku
dari mozaik kata kata
bersambung merapat dan memadat
dilekatkan oleh rindu
kepada kenangan, kepada dekapan ibu
bersabung membelah cuaca dan waktu
yang membuncah gelombang
memuncak deru

pada setiap ombak dan kecipak yang tertempuh
menciptakan letup
bara memecah kelam
seperti kelegaan usai persetubuhan
hingga nanti akan terbit lagi tunas gelisah
mengalir membasah
minta didedah

di atas perahu kata
aku hanyalah petualang
atau perantau yang mencari
jalan pulang

Bekasi, 2014

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s