Puisi Budhi Setyawan di Dinamika News 1 Januari 2016

Koran Dinamika News 1 Januari 2016Ada sepuluh puisi saya yang termuat di rubrik Sastra koran Dinamika News (terbit di Bandarlampung) edisi 356/1 – 14 Januari 2016/TAHUN XIV, di halaman 14. Kesepuluh puisi tersebut berjudul: Menulis Puisi, Buletin Jejak, Sebuah Lagu Lama, Jalan Cikidang, Lumbung Puisi(1), Lumbung puisi (2), Getir (1), Getir (2), Getir (3), dan Sepercik Ruang Puisi.

Ini adalah pemuatan pertama puisi-puisi saya di media massa cetak pada tahun 2016. Sebuah apresiasi dari koran Dinamika News yang menyemangati saya agar terus berkarya dan kirim ke media massa. Terima kasih Redaktur, motivasi yang sangat progresif buat saya.

Di bawah karya termuat ada Pemberitahuan dari Redaksi Sastra Dinamika News, sebagai berikut:
Redaksi menerima kiriman naskah puisi, cerpen, dan esai. Khusus untuk puisi minimal 10 judul. Kirim naskah anda melalui email: sastradinamika@yahoo.co.id. Apabila dimuat redaksi memberitahukan satu minggu sebelum terbit.

Dua puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Buletin Jejak dan Jalan Cikidang.

Buletin Jejak

engkau adalah sungai
yang menyimpan kesepian batu dan pasir
di antara geliat arus mengalir
air mata rindu para penempuh
jalan yang mengunggah warna gelisah
di antara kecipak kisah

kau menghilirkan nama nama
ke lautan berombak kata kata
di buku buku ingatan kekasih
yang lalu mengirimkan putaran musim
kepada dada pembaca yang berkaca
di haribaan teduh tatapan senja

Jakarta, 2015

Jalan Cikidang

1/
kelok tanjakan tak terpeta
serupa teka teki dan gumuk misteri
ranah ranah tak terjamah
dari kaki keseharian
yang memilih memutar melewati
jalan melingkar yang panjang
memberikan napas nyaman

2/
liuk curam mengirimkan bayang
pukau puaka membangunkan bulu kuduk
di kanan tebing menegak
di kiri jurang jurang sepi
disamar rimbun dedaunan
menyimpan kelam zaman
dan gaung jerit rembulan

3/
raut wajah anak anakku
mengirimkan doa dan rindu
sepanjang waktu

Cikidang, 2014

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 2. Tandai permalink.

2 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Dinamika News 1 Januari 2016

  1. suryadi16 berkata:

    Ingin mengikuti jejak Mas Budhi, gimana caranya yah..

    • budhisetyawan berkata:

      terus berkarya mas Suryadi.
      selalu mencoba dan terus mencoba menulis. dan jangan lupa banyak membaca apa saja, bisa buku filsafat, agama, psikologi, dll; termasuk juga buku sastra baik novel, cerpen maupun buku puisi. Insyaallah ada kemudahan.

      menulis memang bukan proses instan atau sekejap jadi. tetapi diperlukan kesabaran untuk mencapai kematangan karya. mesti sabar. ibaratnya menikmati proses saja. jangan terpancang pada hasil. terkait hasil, nanti waktu akan mendewasakan karya kita.

      jadi banyak2 membaca dan terus berlatih menulis.
      lebih baik lagi jika ada teman untuk diskusi sastra bersama atau membuat komunitas.
      walau sedikit orang tidak apa2. karena yang sedikit sering diskusi menjadi lebih intensif dan membawa manfaat untuk kemajuan karya.

      salam progresif.
      Buset.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s