Puisi Budhi Setyawan di Kedaulatan Rakyat 21 Februari 2016

Cover KR 21 Feb 2016 OaseAda 4 puisi saya yang termuat di kolom Oase rubrik Budaya halaman 18 koran Kedaulatan Rakyat (terbit di Yogyakarta) edisi hari Minggu Legi, 21 Februari 2016 (12 Jumadilawal 1949). Keempat puisi tersebut berjudul Ayam Belum Pulang, Rumpun Bambu Ujung Kampung, Mengambil Batu Kali, dan Menanam Doa.

Ini pemuatan pertama di koran yang akrab disebut “KR” yakni singkatan dari nama koran tersebut. Pemuatan ini tentu menyemangati saya untuk terus mencoba kirim karya ke media massa, baik yang pernah memuat tulisan saya maupun yang belum pernah memuat karya saya. Juga menurut saya bisa menyemangati warga komunitas Forum Sastra Bekasi (FSB) agar makin sering kirim karya ke media massa. Saya yakin pasti akan termuat juga akhirnya karena sebagian warga FSB masih muda sehingga masih punya potensi yang sangat luas untuk berkembang menjadi penyair dengan karya makin berbobot. Ibarat tetesan air yang jatuh ke atas batu, lama-lama batu itu akan berlubang juga.

Untuk kirim puisi/cerpen/catatan budaya bisa ke alamat email: jayadikastari@yahoo.com. Sertakan scan identitas, foto dan info alamat lengkap serta nomor telepon yang mudah dihubungi.

Puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Mengambil Batu Kali dan Menanam Doa.
Mengambil Batu Kali

bapak dulu mengajari kami
cara memilih dan membawa batu
di kali yang mengalirkan waktu

untuk menutup halaman
pilihlah batu yang memanjang dan lebar
biar mudah diatur berjajar

buat mengisi fondasi rumah
pilihlah batu yang kasar namun bulat
agar cukup merekat jadi penguat

untuk membawa batu
ambillah dengan kedua tanganmu
lalu letakkan di pundak
dengan satu telapakmu memegang
bagian atas batu

jika batu bulat, kau cukup memegang dengan ringan
jika batu pipih, kau mesti lebih mengatur keseimbangan

demikian bapak yang rajin mengajar
tentang batu yang kelak menjadi pijar

Bekasi, 2014
Menanam Doa

sebelum kelahiran kita
diam diam ibu telah menanam doa
di belakang rumahnya

setiap malam ia menyirami dengan air mata
tumbuh pohon dengan batang jenjang
merindang dengan dedaun cahaya

kita kini di kejauhan usia
waktu terberati dengan abai kota
sedangkan ibu tak henti tetap menjaga kita

Jakarta, 2014

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

6 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Kedaulatan Rakyat 21 Februari 2016

  1. eto kwuta berkata:

    Abang, saya suka sekali membaca puisi-puisi Abang. Setiap kali melihat postingan di blog, saya selalu termotivasi…, justru saya belajar dan membaca karya-karya Abang dan ini salah satu kgembiraan saya yang juga senang dengan dunia seni..salam kenal Abang, apa saya bisa menghubungi abang via email untuk diskusi dan tanya jawab soal seni?

  2. Arham berkata:

    Saya suka puisi-puisinya, Bang. Saya jadi tertarik menulis dan mengirimnya ke media. Maaf, Bang, kalau mengirim ke KR apakah kartu identitas yang di-scan itu difotocopy terlebih dahulu atau langsung scan yang asli. Terima kasih, Bang. Tetap berkarya.

  3. Arham berkata:

    Saya suka puisi-puisinya, Bang. Saya jadi tertarik menulis dan mengirim ke media. Maaf, Bang, kalau mengirim ke KR, kartu identitas yg di-scan itu difotocopy terlebih dahulu atau langsung scan yang asli? Terima kasih. Tetap berkarya, Bang.

  4. Saya ingin belajar berpuisi dengan mas Budhi, boleh kan? Ohya, puisi yang sy kirimkan ke KR, sdh lama msh 2016, apakah sdh terbit apa belum ya. atau memang tidak layak muat. Bagaimana caranya untuk mencari tahu tulisan kita dimuat atau tidak di media, mengngat akses untuk membeli korannya kan tidak ada. Trims ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s