Puisi Budhi Setyawan di Majalah TAREBUNG Edisi II Februari 2016

Cover Majalah Tarebung Februari 2016Ada 4 puisi saya yang termuat di majalah sastra TAREBUNG edisi II bulan Februari 2016. Majalah ini terbit di Sumenep, Madura – Jawa Timur. Majalah ini dikelola oleh sastrawan muda Madura yang memberikan semangat untuk kehidupan kreativitas bersastra kepada pencinta sastra, di saat beberapa media cetak seperti koran mengeliminasi rubrik sastranya.

Keempat puisi saya yang dimuat berjudul Pagar Gaib, Dibatasi Pagar, Kasidah Lembah, dan Berbagi Pagi.
Puisi-puisi saya ini mengambiil bentuk satu larik terdiri dari dua bagian kalimat atau serangkaian kalimat yang dibatasi dengan tanda pagar atau hashtag yaitu “#”. Bentuk puisi ini dikenalkan oleh penyair asal Sumenep yaitu Sofyan RH. Zaid, yang mengenalkan bentuk puisi seperti itu kepada warga komunitas Forum Sastra Bekasi (FSB) dalam kegiatan kepenulisan di Lumbung Sajak FSB. Sofyan telah menerbitkan buku puisi bertanda pagar yang diberi judul Pagar Kenabian pada awal tahun 2015.

Majalah ini menerima kiriman tulisan berupa esai, cerpen dan puisi. alamat email redaksi Majalah Tarebung adalah: redaksi.tarebung@gmail.com

Dalam blog ini saya cantumkan 2 puisi saya yang berjudul Pagar Gaib dan Dibatasi Pagar.

Pagar Gaib

kurangkai ribuan ayat # serupa anyaman kawat
tersusun dalam siasat # menahan laju muslihat

dipujakan menjadi pagar # segala bisa jadi tawar
demi merawat harum kabar # bila busuk akan terbakar

diikat dengan simpul puasa # mengait pada tirakat rasa
sebagai mantra penolak bala # kembalikan gelap ke asalnya

demi menjaga rumpun amanat # maha hidup memberi selamat

Bekasi, 2014

Dibatasi Pagar

pernah kubayangkan diri kita # seperti Yusuf dan Zulaikha
bersama dalam cinta lahab # diabadikan dalam kitab
setiap saat wangi bebunga # kesetiaan suburkan surga
sampai aku jatuh terbangun # hanya mimpi di padang gurun

semakin kerontang dari nyanyi # angan malamku terbakar sunyi
aku mabuk diringkus cabuh # engkau terluput dari rengkuh
semesta tak memberi kabar # tiap langit kenakan cadar
tubuh makin menuju rangka # darah susut menjadi doa

engkau Laila di taman berembun # aku menapak di jalan majenun
laku usia menabung debar # rindu kita dibatasi pagar

Jakarta, 2014

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s