Puisi Budhi Setyawan di Medan Bisnis 10 April 2016

Cover Medan Bisnis 10 April 2016Ada 4 puisi saya yang termuat di rubrik ART & CULTURE: Galeri Puisi halaman 10 koran Medan Bisnis (terbit di Medan) edisi hari Minggu, 10 April 2016. Keempat puisi tersebut berjudul Anak Kehidupan, Anak Senja, Restu Rindu dan Waktu Adalah Puisi.

Halaman Galeri Puisi memuat puisi-puisi dari beberapa penyair, yang memberikan ruang lebih luas bagi penulis puisi sehingga ikut menampung sekaligus menantang agar para penyair menulis puisi dengan makin tekun dan terus berkarya. Tentu saja saya salut dengan masih banyaknya koran di daerah-daerah jauh dari ibu kota negara tetapi masih menyediakan halaman sastra. Pihak manajemen media berarti memiliki visi yang jauh terkait literasi dan perannya kepada peradaban.

Untuk pengiriman karya ke koran Medan Bisnis, kirim file karya dan biodata singkat ke alamat email: mdn_bisnis@yahoo.com dan cc-kan ke: diurnanta@gmail.com dengan melampirkan hasil scan identitas lengkap, foto serta nomor telepon yang mudah dihubungi.

 

Dua puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Anak Senja dan Waktu Adalah Puisi.

 

Anak Senja

 

senja robek oleh tikaman petir

cuaca kelesah ternganga

menanti usapan jemari hujan

namun sepi kehadiran

tanah dan pepohonan retak

dalam cengkeram cakar kerontang

 

kelahiranku sungsang cinta

lalu dibuang di kebun pekarangan

disamarkan dengan rimbun dedaunan

dan rumpun mantra

untuk mengelabui tatapan kala

yang taringnya diasah

pada tenggelamnya matahari

yang rembang merah

di gigir gunung sebelah barat

 

kulalui perjalanan

berbekal peta rajah garis tangan

dengan bayang mujur malang

sekadar menjalani yang telah tertera

di lembar lembar ramalan

yang terbit seperti halus bisikan

dari persembunyian di belakang waktu

 

kepada senja kusampaikan risauku:

lalu apa yang kuasa kurebut dari musim

akankah bergeser batu

yang menghadang di setapak jalan

sedangkan rindu terus kupertaruhkan

di padang padang harapan

 

tak kutemu jawab atau isyarat

suasana diam dan beku

hanya senja yang haru memelukku

dengan tangannya yang dingin

terjuntai terdera keletihan

bersama air matanya yang menyeruak

ke dalam senyap sajak

 

Jakarta, 2014

 

 

Waktu Adalah Puisi

 

pada setiap detak jam

tumbuh citraan bayang tunjam

dari balik dinding kenang

 

pilih, petik perlahan, lalu tuliskan

sebagai getar sari murni hari

karena waktu adalah puisi

 

Jakarta, 2014

 

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Medan Bisnis 10 April 2016

  1. Surya Gemilang berkata:

    Bang, saya punya beberapa pertanyaan perihal pengiriman puisi:

    1) Ketika mengirim puisi–misalkan ke medan bisnis, indopos, media indonesia, dll–apakah naskah puisi dan biodata ditulis dalam file yang berbeda? Ataukah biodata itu ditulis di halaman terakhir naskah puisi (dijadikan satu file)?

    2) Diberi nama apakah file naskah puisi itu?

    Sekian pertanyaan-pertanyaan saya, semoga Abang bersedia menjawabnya.

    Salam~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s