Puisi Budhi Setyawan di Media Indonesia 10 April 2016

Cover Media Indonesia april 2016Ada 3 puisi saya yang termuat di rubrik Puisi halaman Khazanah (9) koran Media Indonesia edisi hari Minggu, 10 April 2016. Ketiga puisi tersebut berjudul Niatan Menghitung Uban, Kidung tak Bergema, dan Mengawetkan Dendam.

Ini merupakan yang kedua kalinya ada puisi-puisi saya dimuat Media Indonesia setelah sebelumnya 4 puisi dimuat Media Indonesia Minggu 13 September 2015. Media Indonesia merupakan media massa nasional yang cukup besar dan terbit di Jakarta. Rubrik sastra berupa cerpen dan puisi di media ini sangat membantu para penggiat sastra untuk memublikasikan tulisannya. Semestinya disyukuri dan dimanfaatkan oleh para penulis untuk pengenalan karya sekaligus akan mendapatkan honor jika tulisan dimuat. Dapat dikatakan dapat memberikan kegembiraan karena ada apresiasi/ pepenghargaan lahir batin.

Untuk pengiriman karya ke koran Media Indonesia, kirim file karya dan biodata singkat ke alamat email: puisi@mediaindonesia.com dengan melampirkan hasil scan identitas lengkap, foto serta nomor telepon yang mudah dihubungi. Jika tidak bisa dengan alamat email tersebut, maka bisa ditempuh dengan mengirim tulisan ke alamat email: puisimedia@yahoo.com atau miweekend@mediaindonesia.com.

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Kidung tak Bergema.

 

 

Kidung Tak Bergema

 

aku nyanyikan lagu lagu yang kupetik dari pucuk

pucuk rasa, dari sulur kegelisahan usia. nada nada

yang terbit mengajukan pertanyaan: mengapa masih

saja ada yang kelaparan, di bawah gerlap menara

menara zaman. sementara tahun tahun berkelebat

cepat, meninggalkan onggokan isak di sudut ruang

tak tercatat.

 

ah, siapa yang mau memanjangkan irama yang

kusampaikan. sedangkan nyanyianku teramat

sederhana, tak semerdu lagu rindu. atau senandung

renjana dari para pemuja cinta yang nujumkan

kekekalan dari nyala asmara. bisa jadi ini hanya

tembang lama, yang tak lagi menarik didengar,

tertimbun tumpukan ramalan peristiwa.

 

akan tetapi tetap kuledakkan kidung yang berat itu,

walau tak terbit gema. biarlah keluar begitu saja,

asal dapat kulontarkan batu batu, yang telah

memenuhi kamar di dada dan kepalaku.

 

Bekasi, 2015

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

2 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Media Indonesia 10 April 2016

  1. Surya berkata:

    Maaf, saya punya beberapa pertanyaan:

    1) Apakah naskah dan biodata dikirim dalam file yang terpisah? Atau disatukan?

    2) Sebaiknya biodata ditulis dalam bentuk narasi atau point?

    3) Saat mengirim lewat email, apakah yang ditulis pada bagian “subjek”? Dan sebaiknya ditulis apa nama file naskahnya?

    4) Pada surat pengantar, ditujukan kepada siapakah surat itu? Redaktur puisi, atau redaktur sastra, atau siapa?

    Maaf jika pertanyaan2 saya ini terkesan bodoh dan mengganggu. Saya akan sangat berterima kasih kalau Mas mau menjawabnya. :]

  2. budhisetyawan berkata:

    terima kasih atas komentarnya mas Surya. saya selama ini kirim karya dalam file ms word dan di bawah karya paling bawah saya cantumkan biodata ringkas secara naratif. jadi satu file dengan naskah puisi. kemudian saya juga mencantumkan no HP, akun facebook, dan nomor rekening untuk transfer honor jika dimuat oleh media yang menyediakan honor.
    untuk pengantar email, bisa ditujukan ke redaktur. kadang ada redaktur sastra yang mengawal puisi dan cerpen, tetapi kadang ada yang masing2 ada redakturnya. tetapi pengantar menurut saya tidak perlu dipermasalahkan. yang pokok dan utama adalah karya kita.
    salam progresif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s