Puisi Budhi Setyawan di Buku Antologi ARUS PUISI SUNGAI

Cover Arus Puisi SungaiTuas Media Publisher pada bulan April 2016 menerbitkan sebuah buku antologi berjudul ARUS PUISI SUNGAI. Buku ini agak tebal yakni 227 halaman. Ada 1 puisi saya berjudul Suara Sungai, termuat di buku ini pada halaman 46.

Penataan letak buku ini masih kurang bagus, karena biodata penulisnya diletakkan di bawah puisi. Menjadi agak mengganggu dalam membaca puisi-puisi di buku ini, apalagi jika puisinya hanya satu lembar tetapi biodata penulisnya malah sampai 2 atau 3 lembar. Ke depan akan lebih baik jika biodata penulis dikumpulkan dan diletakkan di bagian belakang buku. Ini lebih membuat nyaman bagi pembaca. Dan lebih bijaksana lagi jika biodata dari penulis dibatasi maksimal 10 baris. Bukankah yang mau dibaca adalah karya, bukan biodata penulisnya. Akan terasa lucu sebenarnya jika biodata penulis sangat panjang, tetapi kualitas puisi belum begitu bagus. Jadi apa nilai tambahnya bagi pembaca?

Ini puisi saya berjudul Suara Sungai.

 

Suara Sungai

 

di celah sempit kaki bukit memancar lahir

lewati ragam kelok zaman mengalir takdir

 

sawah dan ladang mendamba tarian arus

desa dan kota menyebutku di kala haus

 

cuaca dan iklim meramalkan lambai

kemarau dan hujan mengarsir perangai

 

siang hari acap menimbun gemercik

sedangkan malam tekun merawat bisik

 

matahari hangatkan golak nyanyi

purnama menggetarkan lubuk sunyi

 

ikan dan segala binatang air melukis riang

lumut dan ganggang menyusun mozaik kenang

 

pasir menghamparkan usapan suam

bebatuan meneguhkan jejak curam

 

penyanyi rajin melantunkan lekuk kias

penyair gemar merangkaikan liar majas

 

ricik desir menuliskan sejarah waktu

kepada hilir kusampaikan rindu hulu

 

Bekasi, 2014

 

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

2 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Buku Antologi ARUS PUISI SUNGAI

  1. Lagi, aku berguru diam-diam lewat puisi Mas Budhi bagaimana cara mendeskrepsikan sesuatu dari sudut perasaan penyair

    • budhisetyawan berkata:

      bisa saja nih mas Bresman Marpaung. saya yang sekarang harus banyak belajar pada mas Bresman yang karya=karyanya melaju pesat. terima kasih berkenan hadir blog saya, sehingga menyemangati saya. salam progresif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s