Puisi Budhi Setyawan di Linifiksi Linikini Commuter Line Jabodetabek

Cover Linifiksi Linikini Puisi BusetAda 3 puisi saya yang termuat di rubrik Linifiksi pada portal http://www.linikini.co.id yang dimuat-tayangkan pada hari Minggu, & April 2016. Ketiga puisi tersebut berjudul Saat Kereta Terlambat, Lumbung Rindu dan Elegi Stasiun Lama.

http://www.linikini.co.id ini merupakan portal atau web dengan nama Macroad LINIKINI yang hadir sebagai media informasi dan hiburan di dalam kereta rel listrik (KRL) Commuter Line wilayah Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi).

Berikut informasi dari portal tersebut terkait pengiriman karya di link http://buzz.linikini.id/linifiksi/

LINIFIKSI sengaja dibuat untuk memberikan ruang kepada pembaca LINIKINI, yang senang menulis fiksi. Maklum, aktivitas menuangkan ide/gagasan dalam bentuk tulisan di media sosial, blog, dan website kini sudah menjadi bagian gaya hidup. Hampir setiap hari orang ingin mengekspresikan diri dan beraktualisasi dengan karyanya dalam bentuk tulisan, baik fiksi maupun nonfiksi. Oleh karena itulah LINIFIKSI memuat misi untuk meningkatkan kreativitas pembacanya melalui karya tulis mereka dalam bentuk puisi dan fiksimini.

“Kamu suka menulis puisi atau fiksimini? Media LINIKINI dengan senang hati mengajak kamu untuk berkarya pada rubrik LINIFIKSI.”

Syarat dan Ketentuan Naskah
  Naskah harus asli karya sendiri, bukan jiplakan/saduran. Kalau ada pengirim yang melanggarnya, LINIKINI akan memberikan sanksi blacklist dan sanksi sosial melalui pengumuman di media sosial.
  Naskah yang diterima LINIKINI belum pernah dimuat di media manapun, baik media online maupun media cetak.
  Ketentuan pengiriman naskah adalah: puisi [maksimal 5 karya], puisi pendek/sejenis haiku [maksimal 10 karya], dan fiksimini [maksimal 5 karya].
  Naskah ditulis dalam format word, jenis font boleh times new roman/arial/verdana, dengan ukuran 12 poin.
  Sertakan biodata singkat, boleh juga ditambah foto dengan ukuran selayaknya.
  Pengiriman naskah oleh penulis puisi melalui email ke alamat: linifiksi@linikini.id
  Setiap pekan, tim kurasi redaksi LINIKINI akan memilih satu orang penulis puisi/fiksimini, yang karyanya layak muat pada akhir pekan.
  Keputusan kurator dari redaksi LINIKINI dalam hal pemilihan karya tidak bisa diganggu gugat dan tidak diadakan surat menyurat.
  Penulis yang dimuat karyanya akan mendapatkan honorarium.

Nah, tunggu apa lagi? Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi
pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya!

3 Puisi saya bisa dibaca di link http://linikini.co.id/news/2850/

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Lumbung Rindu.

 

Lumbung Rindu

setiap kata dalam percakapan kita
adalah benih padi yang tersemai
di sawah sawah cita yang terhampar
di kaki bukit harapan dengan sepoi lagu doa
ada juga ricik air mengalir dari awal sungai puja
melengkapkan lanskap sepi di wilayah teduh rahasia

setiap kesan dari pemandangan kita
adalah benih jagung yang tertanam
di ladang ladang rasa yang tergelar
di ranah lembah dambaan dengan semilir restu
ada setapak jalan yang dinaungi rindang pepohonan
menggambarkan panorama sunyi di cekungan kegaiban

betapa setiap perjumpaan tak melunaskan getaran
yang menerpa geronggang dada
namun semakin memanen bulir keinginan
nyala hidup yang setia ada
untuk disimpan dalam ruang waktu
menjadi lumbung rindu

Bekasi, 24 Februari 2015

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

4 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Linifiksi Linikini Commuter Line Jabodetabek

  1. Ijin untuk bertanya. Saya Diah Permatasari, saya telah mencoba mengirimkan dua karangan puisi saya kepada linifiksi linikini. Namun, benarkah adanya jika puisi yang dapat dimuat oleh Linikini Linifiksi hanyalah puisi-puisi dari para penulis ternama dan terkenal saja?
    Terimakasih sebelumnya.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih kepada mba Diah Permata Sari telah singgah blog saya.

      saya pikir jangan terjebak pada anggapan seperti itu. rileks saja. karena saya pun merasa penulis biasa saja. bahwa saya juga masih belajar dalam mencipta puisi.

      menurut saya, baik linikini atau media apapun tidak melihat sisi keterkenalan seseorang, tetapi lebih kepada karya yang dikirim. bisa dari kualitas karyanya seperti kelenturan bahasa, penggunaan majas dan diksi, ataupun bisa jadi kesesuaian/ kedekatan tema.

      yang jelas jangan mudah patah arang dalam berkirim karya. jika belum dimuat, artinya ada dorongan untuk berkarya dengan tema lainnya dan terus saja menulis. pengalaman saya ke berbagai koran dan majalah, baru dimuat setelah kirim 5 kali, dalam waktu hampir setahun. tentunya harus diimbangi dengan banyak membaca karya2 puisi yang bagus karya penyair terkenal Indonesia dan dunia, serta pengetahuan lain yang mendukung.

      sementara demikian ya. tetap berkarya.
      salam progresif!

  2. Sarah Azzahra berkata:

    Mohon izini bertanya. Untuk subjek email yang dicantumkan itu seperti apa? Takutnya salah subjek emailnya, jadi dari dua kali pengiriman karya saya hanya dianggurin begitu saja.

    • budhisetyawan berkata:

      mba Sarah,
      menurut saya subyek email tidak begitu berpengaruh bagi redaktur. yang lebih penting adalah karya yang dikirim tersebut.
      selain melihat dari sisi kualitas karya, bisa jadi redaktur mempertimbangkan kecocokan tema karya dengan media tersebut.
      saya mengirim puisi ke linikini dengan tema yang terkait dengan angkutan kereta api, seperti mengaitkan stasiun, kereta atau dekat dengan hal2 tersebut.

      mari lebih sering berpikir positif. jika belum dimuat, artinya redaktur memberi kesempatan kepada kita untuk terus berkarya dan semoga makin bagus. jangan lupa banyak membaca literatur karya yang bagus. biasanya akan memudahkan atau membantu dalam menulis menjadi lebih halus.

      salam progresif. terus berkarya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s