Bertemu Umbu Landu Paranggi

jengki-buset-dianSetelah menunggu cukup lama di kantin kantor Bali Post, Denpasar bersama istri saya dan penyair Wayan Sunarta (lebih sering dipanggil Jengki), akhirnya kesampaian juga keinginan saya bertemu dengan mahaguru penyair yang juga mendapat julukan Presiden Penyair Malioboro Yogyakarta yaitu Umbu Landu Paranggi. Umbu mulai tahun 1979 sampai dengan saat ini mengasuh rubrik puisi di koran Bali Post. Rubrik sastra ada di Bali Post edisi Minggu.

Sabtu, 22 Oktober 2016 saya pergi ke Bali. Saya ada tugas dari kantor dan memang berniat mengajak istri untuk jalan-jalan ke Bali, walaupun hanya sebentar. walau cuma dua setengah hari di Bali, paling tidak saya berusaha mengenalkan wisata Bali kepada istri saya dan keinginannya bertemu dengan teman kuliahnya yang tinggal di Denpasar, Bali.

 

Perdian-buset-umbutemuan yang terasa puitis bahkan magis. Bercakap dengan mahaguru para penyair Indonesia itu terasa banyak debar dan getar, jiwa seperti terus bertanya: benarkah saat ini tidak bermimpi? Benar-benar bertemu muka dan langsung dengan Umbu? ooh…..

Saya merinding bercakap dengan beliau.

sekaligus malu karena puisi saya tidak maju-maju.

 

 

 

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kabar & Silaturrahmi 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s