Menjadi Juri Lomba Baca Puisi di Gedung Pendapa Pemerintah Kota Bekasi

Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Kota Bekasi dengan radio Dakta FM mengadakan lomba baca puisi tingkat SMP Kota Bekasi pada tanggal 20 Oktober 2016 di Aula Pendopo Pemerintah Kota Bekasi. Pada lomba tersebut yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan HARI ANAK BEKASI MEMBACA 2016 ‘Aku Datang Aku Baca Aku Bisa’, Wakil Walikota Bekasi Bpk. Akhmsyaikhu-hadir-lmb-bc-puisi-dakta-2016ad Syaikhu menyempatkan hadir sebentar menyaksikan lomba baca puisi. Bahkan wakil walikota sempat merekam penampilan salah seorang peserta lomba baca puisi yang membacakan puisi berjudul Krawang Bekasi karya Chairil Anwar.

Ada hal yang menjadi kekurangan secara mayoritas penampil baca puisi adalah faktor pemahaman terhadap karakter puisi yang dibaca. Kebanyakan peserta langsung membaca puisi dengan keras dan nada tinggi. Menjadi terasa monoton karena aspek tinggi – rendah nada, keras – lembut suara, serta jeda pembacaan menjadi tidak terkendali.

buset-n-2-juri-lomba-bc-puisi-smp-bekasi-daktaPemenang dalam lomba ini secara rata-rata lebih bisa menguasai emosi saat tampil, meskipun subyektivitas dan selera juri juga berpengaruh.

Sebagai juri dalam berbagai lomba baca puisi, terlebih lagi jika pesertanya adalah anak sekolah, maka pertanyaan besar saya adalah bagaimana guru atau pembimbing kegiatan melakukan persiapan peserta untuk ikut lomba baca puisi? Jika hanya sekadar ikut tanpa persiapan lebih matang dan rinci, maka akan terlihat saat tampil seperti tidak ada keseriusan untuk bersaing.

Untuk ide dan penyelenggaraan lomba baca puisi di Bekasi ini, saya mengapresiasi dan salut setinggi-tingginya,  karena bisa membantu dan mendorong anak sekolah untuk mencintai puisi, menggeluti puisi, bahkan juga dapat menuju pada proses aktif menulis puisi.

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh pihak yang (akan) menyelenggarakan lomba baca puisi, maka peserta hanya membaca puisi karya orang lain saat tampil di panggung. Jika puisi yang dibaca peserta berbeda-beda, maka akan menyulitkan dalam penilaian. Sebaiknya puisi yang akan dibaca peserta dalam lomba baca puisi bisa ditentukan oleh panitia atau dewan juri. Ini akan memudahkan dalam penilaian karena karya (relatif) homogen. Juga tidak disarankan membaca puisi karya sendiri, karena akan memberatkan peserta yang mesti menulis puisi dahulu sebelum membacanya di panggung. untuk lomba penulisan puisi sebaiknya diadakan lomba tersendiri, tidak dikaitkan dengan lomba baca.

Ke depannya Pemda Kota Bekasi diharapkan akan lebih peduli dan menyelenggarakan kegiatan sastra secara rutin dan dalam lingkup lebih inklusif, baik terkait acara sastra untuk anak sekolah maupun penyair secara umum, misalnya mengadakan pertemuan penyair Bekasi, pertemuan penyair beberapa kota sekitar Bekasi, lomba puisi, pembuatan buku puisi tentang Bekasi, dan lain-lain. Pihak Dewan Kesenian Bekasi juga mesti berpikir pada aspek kekaryaan dan kesinambungan proses kreatif kesastraan di Bekasi.

Mari bersama-sama bergandeng tangan untuk menggairahkan dan memajukan kesastraan di Bekasi. Salam Juang.

juara-bc-puisi-dan-juri

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kabar & Silaturrahmi 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s