Puisi Budhi Setyawan di Buku Puisi Matahari Cinta Samudera Kata

cover-buku-antologi-matahari-cinta-samudera-kata-aAda 7 puisi saya yang termuat di Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia 2016: Matahari Cinta Samudera Kata. Buku ini diselenggarakan oleh sastrawan asal Riau yaitu Rida K. Liamsi, yang juga berkiprah dengan Yayasan Hari Puisi Indonesia dan Yayasan Sagang. Buku ini terbit tahun 2016 memuat puisi-puisi karya 216 penyair dan ketebalan buku mencapai 2016 halaman, untuk puisi dan biodata penyair. Ada sekitar 40 halaman romawi kecil dari halaman sampul, Catatan Penyelenggara, dan Kata Pembuka.

Ketujuh puisi saya berjudul: Kita dan Puisi, Sajak Sepanjang Angan, Seperti Puisi, Merayakan Kelahiran Puisi, Mungkin Puisi, Sajak Sejak Lama, dan Sajak untuk Negeri (1).

Dari website http://infosastra.com/2016/09/25/buku-puisi-hari-puisi-indonesia-tebalnya-2016-halaman/ tertulis sebagai berikut:

 

JAKARTA– Panitia Hari Puisi Indonesia 2016 akan meluncurkan buku puisi tertebal di Indonesia berjudul “Matahari Cinta Samudra Kata” pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 12 Oktober 2016.
Antologi puisi yang disusun penyair Rida K Liamsi itu tebalnya 2016 halaman dan memuat karya dari 216 penyair dari berbagai daerah di Indonesia. “Penyair tertua yang puisinya ikut di antaologi ini 80 tahun sementara yang termuda 14 tahun,” kata Rida K Liamsi yang juga insiator sekaligus salah seorang deklarator Hari Puisi Indonesia. Menurut Rida, tebal buku 2016 halaman itu menandakan HPI tahun 2016. “Itu belum termasuk halaman i,” ujarnya lagi.

Penerbitan buku itu untuk menandakan puncak Hari Puisi Indonesia yang diadakan pada 11-12 Oktober 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Selain buku itu, panitia juga menerbitkan puisi-puisi yang muncul di rubrik puisi Harian Indopos. Seperti diketahui, Indopos adalah sponsor utama kegiatan ini.

Ketua Panitia Asrizal Nur berharap para penyair yang puisinya dimuat bisa hadir di acara HPI. “Bagi penyair yang puisinya dimuat dan datang pada peluncuran akan mendapatkan dua buku,” ujar Asrizal. Adapun penyair yang tidak hadir akan mendapat satu buku.

Ada banyak penyair yang karyanya dimuat buku ini, sekadar menyebut beberapa nama antara lain M. Rusli Marzuki Saria, Aspar Paturusi, Bambang Widiatmoko, Sulaiman Juned, Fikar W. Eda, Hasan Aspahani, Jumari Hs, Thomas Budi Santoso, Alex R. Nainggolan, Dedy Tri Riyadi, Soni Farid Maulana, Sri Wintala Achmad, Isbedy Stiawan ZS, Ahmadun Yosi cover-buku-antologi-matahari-cinta-samudera-kataHerfanda, Zelfeni Wimra, Jose Rizal Manua, Eddy MNS Soemanto, Eddy Pranata PNP, Tulus Wijanarko, Acep Zamzam Noor, Dian Hartati, Warih Wisatsana, Hasan Al Banna, Endang Supriadi, Kurnia Effendi, Hasan Bisri BFC, Dian Rusdiana, Rini Intama, Nissa Rengganis, Hasta Indriyana, May Moon Nasution, Abdul Wachid B.S.,  Ni Wayan Eka Pranita Dewi, Sihar Ramses Simatupang, Ahmad Ijazi Hasbullah, Cikie Wahab, Mukti Sutarman Espe, Gus tf, Iyut Fitra.

Untuk blog ini saya cantumkan 2 puisi berjudul: Mungkin Puisi dan Sajak Sejak Lama.

 

Budhi Setyawan

Mungkin Puisi

 

mungkin puisi itu seperti pelukan

hadir hanya sekali, selebihnya perulangan

mengirimkan nyaman bagi waktu, yang sulit

dilupakan

 

mungkin puisi itu seperti pelukan

bagi tubuh yang telah menanggung kecamuk riuh

namun bahasa senyap, yang akhirnya keluar

berpendaran

 

mungkin puisi itu seperti pelukan

dua dada saling melafalkan doa kebaikan

dan usapan jemari di punggung, jadi ucapan amin

berkepanjangan

 

Jakarta, 2016

 

 

Budhi Setyawan

Sajak Sejak Lama

 

suara mesin ketik itu seperti berpacu dengan tik tak jam

dinding di ruang tengah rumahku. suaranya seperti punya

sayap, berkelebat dan berseliweran di langit kamar, di atas

kepala, atau menyusup rakus ke telinga. tak lama ia

beredar lagi, ke beranda, ke kamar belakang, ke dapur, ke

kamar mandi. lalu sepi. barangkali ia mandi menyegarkan

diri atau istirahat menyendiri di belakang rumahku yang

pucat, memandang tahun tahun yang telah berangkat.

 

anakku khusyuk di depan komputer kecilnya, mata dan jari

jari tangannya begitu asyik mengikuti permainan terbaru.

mencari monster lucu, ke tanah lapang, ke pertokoan, ke

taman taman. aku hanya melihat saja, namun ada yang

seperti menarikku ke pintu masa depan, seperti tengah

memaksa, juga dengan rabaan genit dan manja. sementara

aku bertahan habis habisan, karena aku belum bisa lepas

dari bertumpuknya bacaan, juga lagu lagu lama yang

mengawetkan pendar berbagai letup kegembiraan.

 

saat kantuk mulai menyerang, dan aku nyaris diringkusnya,

suara mesin ketik itu datang lagi. ia menulis sajak yang

teramat panjang. ia membongkari kepalaku, mencari

seseorang,  yang seperti kamu, atau mungkin kamu. ya ia

pasti mencarimu, karena hanya kamu yang tinggal di dalam

kepalaku. ia begitu nanar menggeledah semua kamar.

aku pun tak tahu di mana persisnya kamu, hanya suara

dengkurmu yang sampai padaku.

 

Jakarta, 2016

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s