Puisi Budhi Setyawan di Buletin SEJADA Edisi Ketiga Tahun 2016

cover-buletin-sejada-ed-3-2016Ada 4 puisi saya yang termuat di Buletin SEJADA Edisi Ketiga Tahun 2016.  Buletin Sejada merupakan buletin siaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Media ini memberitakan seputar kegiatan pemerintah daerah dalam berbagai bidang seperti pertanian, perdagangan, kepemerintahan, pendidikan, dan lain-lain.

Saya mengapresiasi keberadaan media komunikasi pemerintah daerah yang memberikan ruang untuk karya sastra. Tentu akan lebih luas lagi jika selain rubrik puisi, juga dibuka rubrik untuk cerpen. Dengan demikian media dari pemerintah daerah juga ikut memberi kesempatan bagi sastra untuk berkembang dan sastrawan menyuarakan suara zamannya.

Keberanian Buletin Sejada membuka ruang sastra mestinya menjadi contoh baik bagi pemerintah daerah lain untuk membuka rubrik sastra pada media yang dierbitkannya. Karya literasi sangat perlu diwadahi dan diberi saluran publikasi agar memberikan hiburan seni bagi konsumsi batin sekaligus menggugah imajinasi masyarakat yang membaca sehingga akan memperluas cakrawala pandang dan membantu untuk lebih toleran pada berbagai perbedaan dalam kehidupan.

Keempat puisi saya di Buletin SEJADA ini berjudul Hutan Pinus Mangunan, Lagu Gerhana, Doa yang Tergesa, dan Alarm yang Kaupasang.   

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Hutan Pinus Mangunan.

 

Budhi Setyawan

Hutan Pinus Mangunan

 

pohon pohon pinus di Mangunan

menegak, seperti berlomba mengusapi langit

lewat pucuknya yang tak letih

melupakan goresan perih

sadapan luka di tubuhnya

 

berbagai kisah menghampiri

dari keriaan siang dengan canda matahari

atau bisikan bulan di sepi malam

juga percik dongeng dari debur ombak pantai selatan

 

di bawah barisan pohon pinus itu

segala gaduh tunduk dan luruh

bersama daun daun terserak

menjadi sehimpunan sajak

yang akan menyusup ke angan para pejalan

dengan begitu perlahan

 

jalan setapak merekam

setiap derap dan jejak

langkah tahun dan musim yang berkelindan

di gigir senyap perbukitan

 

hutan pinus Mangunan,

mengawetkan rindu dalam lirih panggilan

untuk datang kembali mengeja kenangan

dan termangu menandai keheningan

 

2016

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s