Puisi Budhi Setyawan di Koran AMANAH 4 Maret 2016

cover-koran-amanah-puisi-busetAda 2 puisi saya yang termuat di koran Amanah edisi 4 Maret Tahun 2016.  Koran Amanah merupakan media massa yang membawakan visi semangat Islam. Dari redaksi koran tersebut memberikan syarat bahwa karya yang dikirim penulis sebaiknya yang bernuansa semangat keislaman atau spiritualitas Islam. Syarat seperti ini sebenarnya tidak mudah dan terasa berat, apabila dikaitkan dengan kualitas kesusastraan karya, karena jika hanya menurutkan ke arah penyebutan Tuhan, maka penyebutan melalui kata-kata seperti Allah, Nya, Mu, dan seterusnya, dalam hal terlalu sering dituliskna bisa membuat karya tulisan cenderung cair dan sangat mudah dicerna (sangat lugas).

Jika hal seperti tersebut di atas terjadi, bukan tidak mungkin tipe karya seperti itu akan mudah dibaca sekaligus mudah dilupakan oleh pembaca. Padahal diharapkan kedalaman karya dapat menyentuh dunia batin pembaca dan mengirimkan getar kesadaran kepada semangat bahwa ada Sang Pencipta alam yang mesti diagungkan setiap saat.

Kedua puisi saya di koran Amanah ini berjudul Manusia Perahu dan Akulah Rumah.   

 

Satu puisi yang saya cantumkan di sini berjudul Manusia Perahu.

 

Budhi Setyawan

Manusia Perahu

 

kusadap getah batin matahari senja

dari kediamanku, di antara lingkup dingin

lengang tanpa angin

 

lalu seperti bergema salam alam

memasuki lorong pendengaran:

”lapar jiwamu memanggil

hendaknya kau bersiap untuk pelayaran

arungi lautan yang tergelar

di keluasan tubuh angan”

 

dan kubuat perahuku

dari mozaik kata kata

bersambung merapat dan memadat

dilekatkan oleh rindu

kepada kenangan, kepada dekapan ibu

bersabung membelah cuaca dan waktu

yang membuncah gelombang

memuncak deru

 

pada setiap ombak dan kecipak yang tertempuh

menciptakan letup

bara memecah kelam

seperti kelegaan usai persetubuhan

hingga nanti akan terbit lagi tunas gelisah

mengalir membasah

minta didedah

 

di atas perahu kata

aku hanyalah petualang

atau perantau yang mencari

jalan pulang

 

Bekasi, 2014

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

3 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Koran AMANAH 4 Maret 2016

  1. Dedi Saputra berkata:

    mas, bisa minta alamat email redaksi koran amanah dan indoposnya mas?

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mas Dedi Saputra atas kunjungan dan komentar di blog saya.
      alamat email Koran Amanah: sastra.amanah@gmail.com

      sedangkan untuk koran Indopos, sudah beberapa bulan tidak ada rubrik puisi.
      semoga nanti dihadirkan lagi rubrik puisi di Indopos.

      salam progresif.

  2. Apin Suryadhi berkata:

    Mas ajarin saya berpuisi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s