IKHTISAR PEMUATAN PUISI DI MEDIA MASSA DAN ANTOLOGI BERSAMA TAHUN 2016

Berikut saya sampaikan ikhtisar pemuatan puisi saya di media massa dan buku antologi bersama pada tahun 2016. Hal ini saya jadikan bahan evaluasi bagi diri saya sendiri, dan sekaligus disyukuri sebagai langkah-langkah kecil dalam perjalanan kepenulisan saya.

Yang patut diperhatikan adalah bahwa sebuah karya dimuat pada media massa atau buku antologi bersama, bukanlah sebagai ukuran bahwa karya itu pasti bagus. Jadi belum tentu bagus. Belum tentu membuat kejutan bagi pembaca, apalagi pembaruan terhadap dunia sastra. Tidak ada korelasi yang kuat dari kedua hal tersebut. Oleh karena itu,  tidak ada alasan bagi penulis untuk jemawa apabila karyanya termuat di banyak media massa dan buku antologi bersama. Dalam hal ini, saya hanya menyampaikan semacam rekaman atau catatan, bahwa pada tahun 2016 saya masih menulis puisi, dan sebagian bisa saya bagikan kepada orang lain melalui media massa dan buku. Selebihnya, saya masih tetap sebagai pembelajar di dalam dunia perpuisian.

MEDIA MASSA, 22 kali pemuatan:

  1. Dinamika News, 1 Januari 2016: Menulis Puisi, Buletin Jejak, Sebuah Lagu Lama, Jalan Cikidang, Lumbung Puisi(1), Lumbung puisi (2), Getir (1), Getir (2), Getir (3), dan Sepercik Ruang Puisi.
  2. Lombok Post, 31 Januari 2016: Sepetak Sore di Tepi Danau Jenewa (1), Sepetak Sore di Tepi Danau Jenewa (3), Sembilu Rindu, dan Sepotong Cokelat Darimu.
  3. Indopos, 13 Februari 2016: Sajak yang Sendiri, Syahid Rindu, Senja di Nusa Dua, dan Penabuh Gong.
  4. Sumut Pos, 14 Februari 2016: 17 Januari, Engkaukah, dan Perawan Gunung.
  5. Kedaulatan Rakyat, 21 Februari 2016: Ayam Belum Pulang, Rumpun Bambu Ujung Kampung, Mengambil Batu Kali, dan Menanam Doa.
  6. Majalah Tarebung, edisi II Februari 2016: Pagar Gaib, Dibatasi Pagar, Kasidah Lembah, dan Berbagi Pagi.
  7. Padang Ekspres, 13 Maret 2016: Saat Ibu Menyiram Tanaman di Depan Rumah, Cerita Tentang Hutan yang Terbakar, Burung yang Murung, Penyuling Malam, Pengupas Doa, dan Senja Batang Batang.
  8. Jurnal Masterpoem, edisi Februari 2016: ….
  9. Media Indonesia, 10 April 2016: Niatan Menghitung Uban, Kidung tak Bergema, dan Mengawetkan Dendam.
  10. Medan Bisnis, 10 April 2016: Anak Kehidupan, Anak Senja, Restu Rindu dan Waktu Adalah Puisi.
  11. http://www.litera.co.id, Senin 11 April 2016: Bakat Bahagia, Berhala Rindu dan Dari Sebuah Pertemuan.
  12. Indopos, 4 Juni 2016: Tasbih Laut, Semadi Laut, Luka Sepi Laut, Bawakan Aku Laut, Sesabar Ombak Setabah Karang, Lirik Laut, dan Lanskap Senja di Sebuah Pantai.
  13. Rakyat Sumbar, 16 Juli 2016: Mata Daun dan Tersesat di Jalan.
  14. http://www.linikini.co.id, Minggu 7 Agustus 2016: Saat Kereta Terlambat, Lumbung Rindu, dan Elegi Stasiun Lama.
  15. http://www.nusantaranews.co, Minggu 7 Agustus 2016: Jemari Pengukir Rindu, Gaung Sajak yang Kaubacakan, Distikon Menanti Hujan, Hujan yang Rindang, dan Elegi Stasiun Lama.
  16. http://www.buanakata.com, Minggu 7 Agustus 2016: Desember – Januari (1), Desember – Januari (2), Desember – Januari (3), Silsilah Debu, dan Pijar dan Getar.
  17. Minggu Pagi Minggu II Agustus 2016: Masih Kuingat, Pulang ke Kota Kelahiran, Menuju Sebuah Alamat, Kutuk Pertemuan, dan Sajak Sebelas Tahun Pernikahan.
  18. http://www.floressastra.com, 11 November 2016: Terkurung (2), Hampir Asu, Susu Jahe, Selintas Suasana, Pembaca di Ruang Remang, Apologia (1), Selongsong Rindu, Pekayon, Kupu Kupu dan Hujan, dan Jarak.
  19. http://www.reviensmedia.com, 17 November 2016: Renik Getar.
  20. http://www.nusantaranews.co, Minggu 30 Oktober 2016: Tiga Bulan yang Mengalir, Narasi Keringat, Tempias Dingin di Ujung Tahun, Sublimasi (1), dan Mengawang.
  21. Media Indonesia, Minggu, 4 Desember 2016: Zikir Renjana, Jalan Makrifat, Alamatulhayat, Bunga Tasbih, dan Narasi Cermin.
  22. Buletin Sejada, Edisi 3: Hutan Pinus Mangunan, Lagu Gerhana, Doa yang Tergesa, dan Alarm yang Kaupasang.

ANTOLOGI BERSAMA, 16 buku:

  1. Sakkarepmu
  2. Bunga Putra Bangsa
  3. Memo Anti Terorisme
  4. Gelombang Puisi Maritim
  5. Arus Puisi Sungai
  6. Tancep Kayon
  7. Pasie Karam
  8. Kreasi
  9. Seratus Puisi Qurani 2016
  10. Ije Jela
  11. Yang Tampil Beda Setelah Chairil
  12. Matahari Cinta Samudera Kata
  13. Kopi 1550 MDPL
  14. Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak
  15. Klungkung: Tanah Tua Tanah Cinta

Terima kasih Tuhan YME

Terima kasih Ibu

Terima kasih alm. Bapak

Terima kasih istriku

Terima kasih keempat anakku Qaravandra

Terima kasih warga Forum Sastra Bekasi (FSB)

Terima kasih warga NYALAKATA dan NUSAKATA

Terima kasih kawan-kawan: penyair dan sastrawan

Terima kasih teman-teman facebook

Terima kasih para penyuka tulisan saya, dan juga

Terima kasih para pesaing dan pembenci

Semoga niat menyemangati terutama diri sendiri dan kepada sekitar dapat tersampaikan.

Semoga tidak menjadi aura ujub dan riya’.

Salam progresif salam bahagia.

Lanjutkan berkarya. Merdeka!

Buset.

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kabar & Silaturrahmi 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s