Sajak Budhi Setyawan di Lokomoteks Mei 2017

Ada 6 sajak saya yang dimuat/disiarkan di rubrik Puisi portal lokomoteks.com pada tanggal 1 Mei 2017. Lokomoteks adalah  portal sastra yang beralamat di www.lokomoteks.com yang menayangkan/menyiarkan karya sastra berupa esai, wawancara (tokoh/penyair), (naskah) drama, puisi, puisi terjemahan, cerpen dan cerpen terjemahan. Pada edisi 2/ Mei 2017 ini tema Lokomoteks adalah: Menafsir Joko Pinurbo, Tentang Celana dan Hal-Ihwal Lain yang Belum Disajakkan. Untuk edisi 1 terbit bulan April 2017 dengan tema Ngiau (kucing).

Di rubrik Peron tertulis:

LOKOMOTEKS adalah jurnal literasi bulanan memuat karya terpilih berupa puisi, fiksi, nonfiksi para penulis Indonesia dan terjemahan karya penulis luar. Jurnal ini kami wujudkan sebagai media daring tapi  jika perlu kami bisa memanfaatkan media, kanal, dan flatform apa saja yang memungkinan. Kami terbuka untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang sevisi dengan kami: menggerakkan (dan memajukan) sastra Indonesia.

Kepala Stasiun: Hasan Aspahani

Masinis:  Dedy Tri Riyadi 

Awak Gerbong:  Arco Transept, Astrajingga Asmasubrata, Sofyan RH Zaid

Info pada kolom Redaksi di lokomoteks.com adalah sebagai berikut:

Kirim karya puisi, fiksi, dan nonfiksi Anda yang sesuai dengan tema bulanan jurnal ini ke masinisnaskah@gmail.com atau lokomoteks@gmail.com.. Paling lambat hingga tanggal terakhir pada bulan sebelum edisi tersebut.

Tautan untuk rubrik yang memuat 6 sajak saya tersebut adalah https://lokomoteks.com/sajak-sajak-budhi-setyawan/?frame-nonce=32d86ff2bd

Di blog ini saya kutipkan 3 sajak yang berjudul: Kibaran Celana Waktu, Sebelum Lupa Waktu, dan Pelukan.

 

Budhi Setyawan

Kibaran Celana Waktu

: teringat joko pinurbo

 

ia lelaki ceking dari kampung di timur kali yang selalu

bercelana hitam saban hari. ia lupa sejak umur berapa

celana itu menempel di badannya dan tak pernah lepas

meski sedetik saja. ia bahkan tetap bercelana saat

mandi, juga ketika berangkat ke dunia mimpi. celana

dan ia sudah seperti sejoli yang saling mengerti, meski

kadang tercium bau pesing sampai ke hidung puisi.

 

malam adalah belahan waktu yang menggemaskan dan

membusungkan kepolosan masa lalu. sebab bersamanya

bisa mengingat pada masa kecil, serta kepada bayi

mungil kerabat dekat yang tak bosan mengunggah tangis

dan tawa kepada orangtuanya, juga kepada siapa saja

yang melihatnya. bahkan bayi terlihat semakin lucu saat

tak bercelana, seperti mengatakan bahwa kekecewaan

dunia cuma bercak tumpahan susu yang segera lenyap

oleh alir air kencing sepancaran saja.

 

tiba tiba lelaki itu sangat ingin menjadi bayi, dikerubuti

ibu ibu muda seksi dan berebut mencubit pipinya yang

montok sekali, kadang malah dengan bonus diciumi

berkali kali. maka di dalam kamarnya, lelaki itu

mematikan lampu, menutup kain gorden dan jendela,

lalu membuka celana yang telah bertahun tahun lekat

terpasang hingga membuat garis membekas melingkari

perut dan pinggang. ia menaruh celananya di paku besi

yang termangu di dinding sepi. celananya berkibar

ditiup angin dari masa kanaknya, yang telah menjauh

dan tak terkejar dengan pacuan seribu kuda. ia ingin

berdoa dengan sepenuh ketelanjangan mengulurkan

permintaan kepada Tuhan, meski akan dikatakan lucu

dan suara tak merdu. tetapi tiba tiba terdengar celoteh

dari bagian bawah tubuhnya: ternyata dunia ini luas

lega, tak sepengap di dalam celana.

 

Bekasi, 2017

 

 

Budhi Setyawan

Sebelum Lupa Waktu

 

wahai Tuhan yang muram dan pendiam

ijinkan aku bersembahyang dalam telepon genggam

 

Bekasi, 2017

 

 

Budhi Setyawan

Pelukan

 

pelukan adalah bagian pengetahuan dari kitab lama,

namun tak pernah kedaluwarsa untuk dibaca.

 

Jakarta, 2016

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s