DISKUSI BUKU SAJAK SAJAK SUNYI KARYA BUDHI SETYAWAN DI FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAHMADA YOGYAKARTA

Kali ini Kelompok Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) Universitas Gadjahmada Yogyakarta menyelenggarakan diskusi buku puisi berjudul SAJAK SAJAK SUNYI karya Budhi Setyawan. Buku Sajak Sajak Sunyi merupakan buku keempat dari penyair Budhi Setyawan, yang akrab dipanggil Buset. Tiga buku sebelumnya adalah Kepak Sayap Jiwa (2006), Penyadaran (2006), dan Sukma Silam (2007).

Acara digelar pada hari Rabu tanggal 6 September 2017 mulai pukul 13.00 WIB bertempat di Auditorium Gedung C Lt. 3 Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta. Pada diskusi ini sebagai moderator Essa Rosie dan pemakalah Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, MPd.

Bu Novi, demikian biasa dipanggil sehari-hari menyapaikan paparan dari makalah yang ditulisnya dengan detail. Untuk membaca lengkap bisa ke artikel SAJAK SAJAK SUNYI KARYA BUDHI SETYAWAN: PUISI KONTEMPLATIF YANG MERAMBATI NADI RASA di blog ini juga.

Ia menyoroti buku Sajak Sajak Sunyi dari beberapa aspek yaitu tema dan makna, diksi, imaji alam, litotes, dan alegori. Termasuk juga ada beberapa saran atau usulan untuk tema buku puisi agar dapat dibuat lebih luas.

Essa Buset Novi dan Puji FIB UGMDalam sesi diskusi, ada beberapa penanya yang memberikan pertanyaan antara lain: bagaimana semestinya membuat puisi apakah dengan diksi yang sangat khusus (indah) atau dengan kosa kata biasa saja. Ada mahasiswa FIB UGM bertanya, bagaimana agar anak muda menyukai puisi karena di masa kini setiap hari berada dalam kondisi yang riuh, sehingga sulit untuk mendapatkan suasana sunyi dan masuk ke dalam puisi. (Foto Essa, Buset, Novi dan Pujiharto Kaprodi Sastra Indonesia FIB UGM)

Setelah acara diskusi, ada penampilan dari Sanggar Lincak. Lincak merupakan BSO yang lahir dengan tujuan untuk menampung para mahasiswa yang memiliki hasrat mencintai, membaca, dan membuat puisi. BSO ini berdiri sejak 16 Februari 2006. Pada awal berdirinya Lincak, latar kegiatan yang dimiliki hanyalah diskusi puisi, yakni memperdalam pemaknaan puisi bukan hanya dengan dibaca, tetapi juga memahaminya dari hati. Perkembangan selanjutnya, Lincak menjadi BSO yang aktif dalam pementasan di kampus dan di luar kampus. Pementasan yang dilakukan oleh Lincak adalah pementasan teater yang mendasari pendalamannya melalui puisi. Hingga saat ini, pendalaman puisi yang merambat ke model pementasan selalu aktif dijalani oleh BSO Lincak. Penamaan kata Lincak didasari oleh kebiasaan para pendiri ini yang sering berdiskusi puisi dengan duduk santai di atas Lincak (kursi dari bambu).

Buset dan Sanggar Lincak FIB UGMPada sore itu Sanggar Lincak menampilkan pembacaan puisi kolaborasi 3 orang penggiatnya, membawakan 4 puisi dari buku Sajak Sajak Sunyi. Keempat puisi tersebut adalah Latisan, Sajak Kayu Bakar (diiringi dengan suara gesekan biola yang seperti menyayat suasana sunyi), Suara dari Lembah (diiringi dengan suara petikan kecapi/sitar), dan Pohon Sunyi (diiringi suara biola dan kecapi/sitar, serta nyanyian lagu Sunda berjudul Kalangkang yang dipopulerkan oleh Nining Meida). Puisi berjudul Suara dari Lembah merupakan puisi saya yang terinspirasi dari sering lewatnya di lembah UGM ketika saya berkuliah di FE UGM. Jadi terasa sangat pas dengan kedatangan saya untuk nostalgia di kampus biru UGM. (foto saya bersama tiga orang penampil dari Sanggar Lincak)

Acara sore itu benar-benar menyisakan sunyi bagi saya. Urusan saya dengan Yogya seperti tak pernah selesai. Salam rindu.

Yogyakarta, 6 September 2017

 

 

 

 

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kabar & Silaturrahmi 1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s