SUNYI ITU BERNAMA RUANG DAN WAKTU

Catatan  Latief S. Nugraha

 

Membaca karya Budhi Setyawan Penyair Purworejo dalam antologi Sajak Sajak Sunyi, kita akan terlibat ke dalam rasa takut yang akut menghadapi dan menghidupi kehidupan. Tersirat dan tersurat suatu permenungan bahwa posisi manusia di tubir alam semesta ini hanyalah makhluk yang tak berdaya. Tuhan adalah pusat.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Esai 1 | Meninggalkan komentar

SAJAK-SAJAK SUNYI KARYA BUDHI SETYAWAN: PUISI KONTEMPLATIF YANG MERAMBATI NADI RASA

Oleh

Novi Indrastuti*

 

  1. PENGANTAR

Antologi puisi “Sajak-Sajak Sunyi”, yang selanjutnya disingkat S3, dapat dikategorisasikan sebagai puisi kontemplatif.  Puisi pertama hingga terakhir dari kumpulan sajak ini membangkitkan atau memantik kontemplasi bagi para pembaca.  Dalam kontemplasi tersebut diperlukan suasana yang sunyi, hening, wening, dan sepi sehingga saripati makna puisi bisa terserap dan merambati nadi rasa. Hal tersebut sesuai dengan tajuk puisi ini “Sajak-Sajak Sunyi”.  Membaca puisi ini serasa duduk di bibir pantai dalam kesendirian ditemani semilir angin laut, melaksanakan laku perjalanan rasa, dan di penghujung perjalanan menemukan kedamaian rasa karena mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Esai 1 | Meninggalkan komentar

DISKUSI BUKU SAJAK SAJAK SUNYI KARYA BUDHI SETYAWAN DI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA

Forum Apresiasi Sastra yang merupakan kerjasama Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah, pada volume 71 menyelenggarakan diskusi buku puisi berjudul SAJAK SAJAK SUNYI karya Budhi Setyawan. Buku Sajak Sajak Sunyi merupakan buku keempat dari penyair Budhi Setyawan, yang akrab dipanggil Buset. Tiga buku sebelumnya adalah Kepak Sayap Jiwa (2006), Penyadaran (2006), dan Sukma Silam (2007).

Diskusi Buku Sajak Sajak Sunyi (S3) karya Budhi Setyawan ini diadakan pada hari  Rabu, 06 September 2017, mulai pukul:  19.00 – 22.00 WIB bertempat di  Aula Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jalan Pramuka 42 Yogyakarta. Sebagai pembahas dalam acara ini adalah penyair yang juga pegawai  Balai Bahasa Yogyakarta yaitu Latief S. Nugraha.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar & Silaturrahmi 1 | Meninggalkan komentar

DISKUSI BUKU SAJAK SAJAK SUNYI KARYA BUDHI SETYAWAN DI FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAHMADA YOGYAKARTA

Kali ini Kelompok Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) Universitas Gadjahmada Yogyakarta menyelenggarakan diskusi buku puisi berjudul SAJAK SAJAK SUNYI karya Budhi Setyawan. Buku Sajak Sajak Sunyi merupakan buku keempat dari penyair Budhi Setyawan, yang akrab dipanggil Buset. Tiga buku sebelumnya adalah Kepak Sayap Jiwa (2006), Penyadaran (2006), dan Sukma Silam (2007).

Acara digelar pada hari Rabu tanggal 6 September 2017 mulai pukul 13.00 WIB bertempat di Auditorium Gedung C Lt. 3 Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta. Pada diskusi ini sebagai moderator Essa Rosie dan pemakalah Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, MPd.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar & Silaturrahmi 1 | Meninggalkan komentar

MENDEDAH BUKU PUISI ‘SAJAK SAJAK SUNYI’ KARYA BUDHI SETYAWAN

Catatan ringkas  Soekoso DM

 “Dalam ilmu silat tak ada jawara nomor dua,

 dalam ilmu surat tak ada jawara nomor satu”

    (Pepatah Melayu lama)

 

[I]

‘Menulis sajak adalah membuat lukisan’, kata Chairil Anwar. Jika lukisan dengan kanvas, cat dan kwas, maka sajak  dengan kertas, tinta dan pena. Yang nyaris serupa adalah tuangan imajinya. Imaji lukisan berdasar wujud dan warna, sedang imaji sajak  bersumber pada bahasa dan maknanya.

Lukisan memungkinkan seorang seniman beraksi dengan apa saja, dengan hasil beraneka rupa, yang oleh para kritikus disebut lukisan realis, surealis, dekoratif   atau abstrak. Begitu pun karya sajak juga beraneka warna, yang kemudian para kritikus menyebut, realis, imajis, ekspresif, diafan, prismatis, bahkan vulgar atau gelap.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Esai 1 | Meninggalkan komentar

DISKUSI BUKU SAJAK SAJAK SUNYI KARYA BUDHI SETYAWAN DI PURWOREJO

Pada hari Minggu Legi 3 September 2017 dilaksanakan diskusi buku puisi SAJAK SAJAK SUNYI (S3) karya Budhi Setyawan di aula gedung PKK Kabupaten Purworejo. Acara dijadwalkan jam 9 pagi dan dimulai sekitar jam 9.30 WIB.

Acara ini merupakan kerjasama penulis dengan KOPISISA (Kelompok Peminat Seni Sastra) Purworejo. Acara diskusi dimoderatori oleh Junaedi Setiyono, sastrawan yang kini tinggal di Purworejo dan menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Purworejo. Termasuk penulis yang kerap memenangi lomba sastra. Mulai menulis cerita pendek sejak tahun 1986, kemudian juga menulis puisi. Novel pertamanya Glonggong menjadi pemenang Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006 dan sekaligus masuk finalis Khatulistiwa Literary Award 2008. Novel keduanya, Arumdalu, menjadi nominee Khatulistiwa Literary Award 2010. Pada 2012, novel ketiganya, Dasamuka, kembali menjadi pemenang di ajang Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kabar & Silaturrahmi 1 | Meninggalkan komentar

KESUNYIAN BUDHI

Buku SAJAK SAJAK SUNYI telah sampai kepada Prof. Dr. Prijono Tjiptoherijanto, S.E., M.A., Ph.D. Prijono Tjiptoherijanto, lahir di Malang, Jawa Timur, 3 April 1948. Dia adalah salah satu ilmuwan Indonesia yang mendedikasikan hidupnya sebagai guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Prijono merupakan pakar pakar demografi dan kependudukan, ekonomi kesehatan, pemberantasan kemiskinan, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 141/M/2014 tentang Pengangkatan Anggota KASN yang ditandatangani presiden pada 30 September 2014, Prijono ditetapkan sebagai salah satu anggota Komisi Aparatur Sipil Negara. Di kancah kesusastraan Indonesia, nama Prijono dikenal sebagai penyair yang pernah melahirkan Komunitas Negeri Poci bersama Piek Ardijanto SoeprijadiAdri Darmadji WokoKurniawan Junaedhie, dan lain-lain. (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Prijono_Tjiptoherijanto)

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Esai 1 | Meninggalkan komentar