Sastra

SASTRA adalah bagian dari seni.

sastra adalah menebar keindahan.

sastra adalah menyebar kerinduan.

sastra adalah menjelma kehidupan.

***

Menulis puisi menjadi bagian yang melekat dalam hari-hari saya, di manapun berada. Puisi-puisi yang telah saya tulis terdapat dalam 23 manuskripsubkumpulan puisi yaitu:

1. Kidung Budaya Budhi

2. Kepak Sayap Jiwa

3. Penyadaran

4. Kebangkitan

5. Aku Lahir Satu

6. Sukma Silam

7. Bacalah

8. Gema Sunyi

9. Kelopak Rasa

10. Mata Musim

11. Senggama Debu

12. Mantra Belantara

13. Simpul Jiwa

14. Dialog Zaman

15. Pusaran Bayang

16. Silsilah Debu

17. Hikayat Cahaya

18. Riwayat Kata

19. Semburat Senyap

20. Labirin Pencarian

21. Osmosis Elegi

22. Lingkar Embun

23. Telaga Pengasihan

24. Mozaik Penantian

25. Pijar dan Getar

bukupuisiku.jpg

Sub-kumpulan Kidung Budaya Budhi dan Kepak sayap Jiwa telah diterbitkan menjadi buku dengan judul KEPAK SAYAP JIWA (2006) dansub-kumpulanPenyadaran dan Kebangkitan terbit dengan judulPENYADARAN (2006).

cover-sukma-silam.jpg

Sedangkan sub-kumpulan Aku Lahir Satu dan Sukma Silam telah diterbitkan menjadi buku kumpulan puisi berjudul SUKMA SILAM pda bulan Agustus 2007.

Beberapa puisi saya pernah dimuat di media massa yaitu: Tribun Kaltim, Republika, Jurnal Nasional, Sinar Harapan, Seputar Indonesia, Radar Bandung, Radar Banjarmasin, Radar Tasikmalaya, Majalah GONG, Majalah STORY, Buletin Littera, dll. Sedangkan beberapa geguritan atau puisi dalam bahasa jawa dimuat majalah DAMARJATI, JAYABAYA dan PANJEBAR SEMANGAT.

&&&

SEKILAS NILAI KEMANUSIAAN SASTRA

Buku-buku populer kelihatannya saja laris. Artinya, penerbit untung besar dan pengarangnya mendadak kaya. Tetapi sesungguhnya karya-karya populer tak pernah tahan lama. Karya-karya ”kacang goreng” itu tak bakal menjadi buku klasik. Padahal buku Siti Nurbaya, Atheis, Cerita dari Blora meskipun tidak segera membuat pengarangnya jadi jutawan, tetap laris dan menyebar kemana-mana. Rupanya buku populer memang menguntungkan sesaat, sedangkan buku yang baik menguntungkan selamanya.

Karya sastra menonjol karena nilai-nilai kemanusiaan yang menonjol di dalamnya. Nilai-nilai inilah yang bertahan dalam mengarungi jaman, dan menembus batas-batas geografis, politis, etnis maupun filosofis manusia. Kalau tidak percaya cobalah buka lagi karya-katya Shakespeare, Goethe, Ranggawarsita, Basho, Tagore, dan penulis-penulis Kitab Suci.

Kitab-kitab yang disucikan oleh berbagai agama, pada hakikatnya adalah karya sastra yang sempurna. Keindahan bahasa, kedalaman isi, luasnya wawasan, dan sentuhannya yang sampai ke sukma. Itulah bukti betapa tinggi nilai sastranya. Di dalam kitab-kitab itu, manusia mendengar firman Yang Maha Pencipta. Memang untung, Tuhan berkenan menggunakan bahasa manusia. Dan penulis firman-firman itu, tentunya sangat dekat dengan-Nya.

(sumber: Menggebrak Dunia Mengarang, karya Eka Budianta, Penerbit Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara, Jakarta, 1992. Dari Bab Satu: Nenek Moyang Juga Pengarang. Saya ambil tanpa ijin penulis dan penerbit, karena sesama pengarang, dia langsung saya ’klaim’ sebagai teman, sahabat, saudara….hehehe…. salam hormat Bung Eka!)

87 Balasan ke Sastra

  1. pecinta pagi berkata:

    salam budaya,

    terima kasih telah mengunjungi blog saya.

    ngomong2, kapan halaman ini diisi nih mas….

    kok kosong….

    oi oi oi

    gimana kabar di Moskow….boleh cerita dikit dong….

    tetap berkarya ya….

    salam…………….

  2. Popy Novita Pasaribu berkata:

    Seru !!!

    Mari kita buktikan bahwa kita ada …

    Aku bermanfaat (bagi orang lain) maka aku ada

    Salam

  3. Abu Salman berkata:

    saya pikir puisi pak budi hanya tentang religi spt yang pernah saya baca di milist penulis lepas atau penyair, ternyata kaya ragam berbagai topik. wish you success and always under His guidance

  4. mudzakkir berkata:

    sak ben aku moco puisi sampeyan mesti mrinding lho bulu … ku

  5. budhisetyawan berkata:

    matur nuwun buat yang sampun memberi komentar. maaf puisi2 saya belum banyak saya tampilkan, asli ini karena ke-gaptek-an saya, belum bisa ng-update blog. sekali lagi maaf….. masih ndeso & katrok..

  6. lovazka berkata:

    kang, salut untuk karya dan ke istiqomahan mu…..
    kapan maen ke rumah ndengerin lagu ku….

  7. budhisetyawan berkata:

    Lovaska… sampeyan dimana nih? mau aj ndengerin musik, kalau perlu kita ngejam aja……… wis kelamaan jari2ku tak bersentuhan dengan gelinjang stick drum, nih….

  8. razak sudrajat berkata:

    salam kenal,
    satu pertanyaan.
    rahasia apa yang anda gunakan, begitu ringan melayang di setiap kata yang terucap.
    maaf sebelumnya, saya belum pernah baca karya anda tapi akan saya cari besok di toko-toko buku malang.

  9. budhisetyawan berkata:

    buat Mas Razak, terima kasih tlah sudi berkunjung ke ‘galeri’ saya. saya merasa bahwa tulisan-tulisan saya masih sangat sederhana. sebenarnya juga tidak ada rahasia apa-apa. kebetulan saya sangat mencintai musik, terutama musik instrumental dan musik itulah yang sering menemani saya menulis. terus terang saya masih proses belajar, dan saya banyak bertanya kepada penyair/sastrawan senior. sekali lagi terima kasih bila mau membaca buku saya, dan saya tunggu kritik masukan dari Mas Razak. Salam sastra!

  10. zu berkata:

    komentar pertama nih… hm tulisan mu bagus2 semua… jujur, zu senang sekali😉

  11. budhisetyawan berkata:

    Terima kasih Zu… tapi kenapa hanya 12 kata yang sempat kaucurah? silahkan lain waktu kritik yaa….

  12. Betsy berkata:

    Pertama kali baca puisi pak Budhi ini di miis Sastra_Bentang, dan akhirnya sampe di blog ini dan asyik membaca tulisan2nya,
    Nece poem pak🙂

    Salam

  13. Betsy berkata:

    Pertama kali baca puisi pak Budhi ini di miis Sastra_Bentang, dan akhirnya sampe di blog ini dan asyik membaca tulisan2nya,
    Niece poem pak🙂

    Salam

  14. annysha rachman berkata:

    hebat & ucapan selamat jg terkirim doa semoga sukses terus dengan munculnya karya2 terbaru mas budhi, insya allah Amien…
    aku sangat senang dengan segala sesuatu yang berhubungan alam, karena ketika kita dekat dengan alam, yang dirasakan hidup lebih bermakna, bersemangat, dibawa sinaran matahari, bulan dan bintang yang bersinar, dikelilingi pepohonan hijau nan indah, telaga yang tenang dengan pancaran kesegaran, disitulah kita akan merasakan kebesaran Ilahi. inilah sebagian kecil yang sudah diangkat mas Budhi dalam karyanya.aku senang dengan itu selamat berkarya terus….

  15. lala berkata:

    nukilan telah ku baca
    tanpa sedar kolam mataku berkaca
    kerna sedang dengan siapakah aku berbicara?
    malu dalam mau menegurmu penuh sayu
    layakkah aku…sebagai teman puisimu….

  16. Dhifa berkata:

    salam puisi….
    tadinya aku bingung banget waktu kamu menyapaku dengan kalimat itu
    ko? aneh aja…….
    lah, ternyata si penyapa itu seorang penyair yg akuntan hehehehe
    karna aku ga intens ngikutin karya2 sastra, aku cuma bisa bilang, hebat…
    banyak ternyata generasi dengan karya yang patut diacungi jempol
    insyaAllah kalau nongkrong di toko buku aku longok karyamu
    hehehe………trs dibawa pulang tuk’ dinikmati

  17. Dian Patriana berkata:

    U’r poems collection so nice..

    I can Imagine it

  18. Abu Salman berkata:

    Saya tidak tahu puisi yang baik itu yang bagaimana. Ada yang bilang yang punya nafas panjang, abadi, ada yang bilang yang dapat memberikan pengkayaan rohani, memberikan pengharapan hari esok dan penghiburan kini.

    Namun yang dikatakan baik dan menjadi buku utama pun oleh pihak lain kadang ditempatkan pada posisi yang problematis. Demikian juga ketika saya menikmati Kepak Sayap Jiwa, mengeja bait demi bait organisasi kata-katanya, mencoba mengkais-kais makna seperti ada yang kurang. Saya tidak bilang “tidak bagus” karena sebagaimana saya katakan diawal, saya tidak tahu puisi yang baik dan puisi yang jelek, karena saya memang “Awam Puisi”. (Menurut HAH tidak ada puisi yang buruk).

    Mungkin ketidak “sreg” an saya dalam menikmati Kepak Sayap Jiwa karena terbiasa menikmati puisi dengan bait-bait panjang, metafora-metafora yang kaya seperti punya Sapardi Joko Damono, Joko Pinurbo, atau puisi-puisi dari dunia maya (Mohammad Misbakhudin yang sempat memberikan karya puisinya lewat email, D. Zawawi Imron, Dorothea, dll yang saya dapat dari sumber2 free lainnya). Meskipun terkadang saya masih mencari-cari makna dalam puisi-puisi tersebut, tetapi rasanya ada kepuasan tersendiri menikmati bait-bait panjang dengan metafor-metafor yang kaya.

    Wah saya jadi kuatir jangan-jangan saya terpengaruh kredo-nya Sutardji: buatlah puisi yang memenuhi unsur-unsur puisi (puisi yang puitis kali) masalah isi akan dicari-cari sendiri oleh pembaca. Kayaknya saya memang suka membaca karya puisi dengan metafora-metafora indah dari para penyair meskipun seringkali mengkais-kais makna yang tersembunyi tak juga ketemu he..he…

  19. budhisetyawan berkata:

    Terima kasih mas Abu Salman, atas kritik atau esai pendeknya terhadap puisi-puisi saya. Tentunya sangat berguna bagi saya untuk instropeksi/retrospeksi dalam berkarya. Memang saya akui, saya selama ini terbiasa membaca puisi-puisi yang pendek, seperti karya Chairil Anwar; sehingga sangat mungkin saya pun jadi terbiasa menulis puisi bentuk pendek dan tidak banyak metafora. Terus terang saya juga jarang membaca puisi-puisi yang panjang-panjang seperti yang termuat di harian KOMPAS edisi Minggu, yang sering termuat. Namun sebagai proses belajar dan menuju pengayaan batin, saya akan mencoba banyak membaca puisi-puisi bentuk panjang, dan semoga juga bisa menuangkan gugusan-gugusan kata menjadi puisi yang lebih ‘kaya’, dalam jumlah kata dan kedalaman makna. Sekali lagi terima kasih untuk pencerahannya. Sukses juga Mas Abu.

    • saira ana dzikrillah berkata:

      Assalamualaikum, puisi itu memang indah tapi kadang jarang ada yang menikmtai tiap baris kata itu,masa budi kata-katanya menyentuh,membuat seseorang bisa berapresiai lebih baik.
      saya juga mau jadi seorang sastrawan,dan belajar buat puisi,
      beriku lega dalam lapangnya dada
      biar sederet luka ini berhenti menggema
      dan secercah harapan membentuk pelangi
      di balik kepiluan hati

  20. eko nuryono berkata:

    nderek tepangan bos…

  21. Rian Nugroho berkata:

    Mas aq butuh bantuan mas.tolong carikan alamat yang memuat tentang sejarah sastra,pereodeisasi dan perkembangan sastra indonesia.Trims

  22. budhisetyawan berkata:

    Kalau alamat di internet saya tidak tahu dengan pasti, tetapi bisa dicoba2 cari lewat google. Kalau alamat tempat/kantor yang bisa dihubungi, silahkan ke ke perpustakaan: Pusat Dokumentasi Sastra di TIM Jakarta, Pusat Bahasa Depdiknas di Rawamangun Jkt, Fakultas Ilmu budaya (sastra) di kampus2: UI misalnya, Balai Bahasa yang merupakan cabang Pusat Bahasa di beberapa kota, dan Penerbit Balai Pustaka.Untuk sementara demikian. Silahkan berburu.

  23. JACK_EFENDI berkata:

    Salut bung….bahasa puisinya sangat mendayu-dayu….apalagi puisi yang berbahasa jawa.

    Wis jan apik tenan…mugo-muga aku isok ketularan bung Setyawan…..

  24. budhisetyawan berkata:

    matur nuwun alias terima kasih Bung Jack Ef; ini juga lagi belajar…. terus terang masih harus lebih tekun, hehehe….. tapi support Bung Jack ef jadi menambah energi penyemangat bagiku. salam kreatif!

  25. Mahmud berkata:

    Salam sastra! Masya Allah, puisi-puisi Bapak bagus-bagus! Info tentang sastranya juga sangat mencerahkan.

  26. Mahmud berkata:

    Sebuah kehormatan Bapak telah berkunjung di laman saya. Terima kasih atas kunjungan Bapak tersebut.

  27. sinyoegie berkata:

    Mas Budi Purworejo tah hehehehe, sinyo Magelang nech. Salam kenal Mas..

    Wassalam
    Sinyo

  28. bunga marni berkata:

    mas, walo aku baca cuma sekilas namun puisi2 mu mengena bgt di ati..
    bahasanya kliatanya susah tp, ternyata klo didalamin ak tau bgt maknanya..
    maklumlah ak org awamyg g begitu ngerti tentang sastra..
    sukses deh buat kamu..
    moga2 nanti jd org besar dlm dunia sastra..
    take care…

  29. blalang_kupukupu berkata:

    Halo mas Budi,… blalang baru mampir neh hehehe, pa kabar..???
    sekarang tambah sering aja nongol di apsas ya…blalang baru punya yang sukma silam nya neh, hehehe, buat koleksi juga seh
    masih nge drum-nya boss?
    sukses trus ya boss..
    salam
    blalang_kupukupu
    http://asharjunandar.wordpress.com

  30. budhisetyawan berkata:

    Terima kasih blalangkupu2…. mau singgah n kasih komentar. Baru bisa nulis hal2 sederhana, berupaya merangkai kata2 dan kata2 itu mengembara, bertapa, ke laut, ke langit, ke telaga, ke rembulan, dan tempat2 yang menyimpan misteri agar menjelma puisi. main drum agak berkurang, belum ketemu teman nge-band yang solid, he3…..
    Ok, sama2 sukses…. salam kreatif & progresif!

  31. Rizki berkata:

    makasih mas budi buat bukunya…
    mas kapan2 maen ke semarang lagi ya…
    aku blum sempet baca semua puisinya mas budhi
    sekali lagi terimakasih
    terus berkarya
    salam budaya!!

  32. nurmanita berkata:

    puisi na baagus baaangeeet. yang judul na karo aku

  33. sendri berkata:

    akhirnya sempat ke warnet juga…blognya asik,, kalo bisa dilipat..bolehlah di bw pulang..ha ha.Gimana sih,,,ktnya pemula taunya mesti jadi mentor.aku masih meraba raba dalam menulis..keliatan ya gamangnya??jd nulis yang panjang aku ngga berani, sering tjebak.emang puisi yang bagus mesti pnjang yaa ??ya ngga musti kalo saya… itu lebih ke subyektif aja.(ini menurut pendapat sy yg juga subyektif..ha ha..)aku nda suka dikebiri kalonulis..nulis ya nulis aja,, nda ada target targetan..mo jadinya panjang ato pendek..doesn”t matter..yang pentig full.aku lebih suka yang simpel dan dalam.Tapi aku bakal ngasih 4 jempol ke puisi yang panjang, metafor yang ngena, dan tetap asik sampe akhir.
    nda kyk sinetron indonesia yang kelewat di ada adain..panjang, nda jelas,nda natural, dan bikin buruburu pndah chanel.Waduh..saya kok bicara smape kmana mana..ha ha..slamat bertapa deh mas,,cepet dpt pangsit..ups wangsit yaaa…

  34. lover or sucker berkata:

    calam cayank ‘n knal

    aye pnya commentar ma ente
    ni komentnya:
    ngke mah masukin karya2 pujangga lama ma karya2 pujangga baru
    soalnya aq ghie kleksi karya2 ne.
    dah cma sgtu kment aq
    maap kalo d slh kt.
    moga2 apa yg di tlis d ats bs dkabulin.

    thanks ;]

  35. wenisideas berkata:

    Salut deh……..Sastrawan memang nggak ada matinya! Kutunggu terus kiriman puisinya yaa….walaupun lewat sms, aku makin cintaaa…….he 3x!

  36. Supianoor,S.Pd berkata:

    Kirimi kami buku-buku kumpulan puisi Bapak untuk bahan diskusi apresiasi sastra dan bahan pengajaran bahasa dan sastra indonesia di sekolah kami, yaitu SMPN 2 Kusan Hulu, Jl. Valgosons Desa Teluk Kepayang, Kecamatan Kusan Hulu, Kab. Tanah Bumbu 72272 Kalimantan Selatan

  37. shafira berkata:

    selamat berkarya untuk kang budhi,,,
    jangan pernah lelah untuk selalu menjadi sesuatu yang berarti dan punya arti bagi sekelilingnya

    aku cinta sastra tapi tidak bagus dalam sastra

  38. salwangga berkata:

    manteb, sukses terus mas…

  39. budhisetyawan berkata:

    Terima kasih buat semua teman yang telah kasih komentar yaa… sangat berarti buat menambah semangat berkarya. Ohya, sekalian bantu untuk mengurangi stock buku2 puisi saya di toko buku KARISMA, TIGA SERANGKAI, GUNUNG AGUNG, INTERMEDIA, saya persilakan untuk dipindah ke rak koleksi buku2 anda…he3. Boleh juga koq diborong untuk disumbangkan/diberikan ke perpustakaan desa atau sekolah almamater anda… OK? salam keindahan!

  40. bernando (bj) berkata:

    wow… akhirnya saya menemukan mas Budhi ada di tempat tenang semacam ini, sebuah wadah indah dengan obrolan yang ringan antara bumbu sastra dan aroma seni,….. salam kenal MAs Budhi…… terima kasih ya atas mau dikirimkannya Koran Jurnas….

    • budhisetyawan berkata:

      sami2 mas bje.
      nanti kl saya ke jogja, saya kontak…

      • Hasan Al-Idrus berkata:

        mas budi awak iki Hasan Al-Idrus, usiaku udah tueh, ya 45 tahun, profesiku Guru di SMA Negeri 1 Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan Mengajar Mata Pelajaran: Matematika. kesukaan ku (bukan bombastis lho) nulis sajak seperti yang ku kirimi panjenengan.

  41. rizalihadi berkata:

    om, nuwun sewu. badhe nyuwun ijolan link. angsal boten. Kula badhe ndamel blog ingkang isinipun namung babagan jawi kemawon. matur nuwun.. http://rizalihadi.com

  42. Bimo berkata:

    Saya salah satu penggemar sastra puisi, bagus sekali karya-karyanya. semoga terus bisa berkarya terus dan tetap berpuisi..

    http://melihatkebaikan.blogspot.com

  43. saira ana dzikrillah berkata:

    dalam resah yang berjangkit
    menuai benak sejuta prasangka
    bertepi kelam dalam sukma
    bertuai indah menjelma sudah
    bising membisikan auramu
    dalam kearifan perempuan perawan
    sejukan mata telaah hati
    maka tampak peluh menyayat hati

  44. gp batistuta berkata:

    kulo nuwun

  45. rini intama berkata:

    Aku ingin belajar banyak dari muuuuuu……………….

  46. sandrapalupi berkata:

    senang juga bisa terdampar disini…. hah. banyak karya. banyak spirit. salut ya.. salam.

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih telah singgah dan beri komentar.

      saya masih pembelajar, dan segala masukan/komentar akan sangat berguna.

      selamat berkarya juga ya…

  47. amry berkata:

    blog nya bermanfaat beudd……….

    • budhisetyawan berkata:

      semoga bermanfaat secara terbaik. dan bagi yang mengunduh karya2 saya, mohon sertakan nama saya sebagai pengarang. ini demi kejujuran kita, dan kebaikan bersama. karena banyak tulisan2 karya saya tercantum di website/blog lain yang tidak menyertakan nama saya, atau malah dengan nama orang lain. hal seperti ini tidak dapat dibenarkan.

      salam.

  48. salam

    senang rasanya bisa bertandang kemari, menikmati suguhan sastra dan seni..
    🙂

  49. yusrizalfirzal berkata:

    Salam Kenal dari Padang Mas….
    Mas Budi bikin cerpen juga toh???
    posting dong di blognya..
    sukses selalu!!!

    • budhisetyawan berkata:

      he3…. saya belum nulis cerpen. ada beberapa draft, tapi mentok2 melulu.
      nanti kalau sudah ada yang jadi & termuat media, saya posting.

      terima kasih atas apresiasinya.

  50. Badaruddin Amir berkata:

    Mas, Budhi salam kenal balik nih dari Sulawesi Selatan. Puisi-puisi anda sangat bagus. Selamat berkarya terus…pantang mundur !

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mas Badaruddin. saya masih belajar berkarya nih. saya pernah ke Makasar dan bertemu dg beberapa penyair di situ spt: Aan mansyur, Aslan Abidin, Asha rai.

      salam karya mas..

  51. fibe berkata:

    mas budhi, uwun banget geguritannya. aku seneng yang singkat padat dan jelas🙂 aku ijin copy paste ya. makasih.

  52. dadang berkata:

    sampeyan kok pinter mas?…hehehe, kenapa orang sastra dapat menanggapi suatu keadaan

  53. dadang berkata:

    tak sambung maning, bagi resep dong…. apa sih rahasia seorang seniman sehingga mereka bisa melihat suatu keadaan sebagai suatu karya yang dapat mereka implementasiakan menjadi sebuah karya?… gawan bayi po mas “apa bawa’an dari lahir”?… hehehe BERCANDA,

    • budhisetyawan berkata:

      menurut saya, ada perpaduan bakat & ketekunan belajar.

      kombinasi 2 hal tersebut merupakan syarat untuk menjadi profesional di dalam bidang apa pun. dan keberhasilan adalah sesuatu yang dinamis, sesuatu yang terus bergerak.

      jadi menurut saya lagi, alangkah baiknya bila proses pembelajaran itu tidak mengenal kata akhir.

      salam sukses.

  54. Ofhihie-Norfiansyah. KUTAI BARAT berkata:

    bagus… tingkatkan lagi…………’;’

  55. moe berkata:

    Asswrwb Mas Budhi seklrga, semoga sehat selalu.Amin.Maaf mas Budhi baru nongol. .Tapi luar biasa karyamu tambah mendunia,bahasanya mengandung makna edukasi yang tinggi,dalam & luas…sukses selalu..kapan2 nek pas ning omah dino minggu aku tak dolan yo…..nang Galaxi…matur nuwun .

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih.

      tetapi saya merasa bahwa tulisan2 saya belum bagus. saya masih belajar dalam sastra. saya berusaha menuliskan apa yang pada saat tertentu mucul dalam benak. sedangkan kalau untuk teori sastra, saya malah tidak begitu mengenal.

      Saya berpikir bahwa saya belum dapat menciptakan karya terbaik smp dengan saat ini.

      salam.

  56. ram dhani berkata:

    bagaimana cara agar puisi dan hasil dari karya-karya saya tidak diciplak oleh orang lain,,
    dan bagaimana cara yg ampuh buat kita mengenalkan hasil karya kita..
    makasihhh….

  57. budhisetyawan berkata:

    menurut saya, setiap hal [baca: karya] yang dipublikasikan, baik di media cetak, elektronik, internet, dll; maka dengan sendirinya menghadapi resiko penjiplakan/pembajakan dan kejahatan karya cipta lainnya.

    ekstrimnya, apabila sangat tidak ingin karyanya dijiplak, maka tidak usah dipublikasikan. perlu diingat, bahwa resiko penjiplakan merupakan bayangan dari publikasi karya itu sendiri.

    nah, cara ampuh untuk mengenalkan karya, ya publikasi karya tersebut. [yang resikonya ada penjiplakan, he3..]. publikasi bisa lewat: media internet [blog pribadi, milis, jejaring sodial], media tercetak [koran, majalah, antologi pribadi, antologi bersama], media audio-video [CD, VCD/DVD]. intinya, semakin sering dan semakin banyak karya terpublikasikan, ya semakin dikenal orang karya2 tersebut.

    sementara demikian, mohon maaf bila kurang berkenan.

    salam,

  58. Abdul Karim berkata:

    Salam Sastra
    Mas budhi diam-diam saya adalah penggemar berat karya-karyamu
    yah mudahan saya juga seperti anda, makanya mungkin saya sering hubungi mas budhi
    bolehkan
    terimakasih

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mas Abdul Karim. apresiasi yang memberi semangat kepada saya. Alhadulillah jika mas berkenan dg tulisan2 saya. namun demikian saya masih belajar dalam puisi. saya merasa puisi2 saya belum cukup bagus. karena saya sangat sering terkagum-kagum dengan karya penyair2 yang karyanya sering dimuat koran besar atau majalah sastra di tanah air. saya berusaha terus menulis, dengan ahrapan semoga dapat semakin baik.

      salam.

  59. ~ membaca karya2 indahmoe…
    saya seperti sedang duduk dipinggir pantai…
    duduk merenung menandang laut lepas…
    ada semilir angin…
    kepak camar di buritan..
    angin laut membelai mesra…
    syahdu…
    jadi betah…
    Salam Karya, Mas Budhi…

  60. oktaviana berkata:

    haduuhhh….
    apik tenan karyane sampeyan mas budhi…..
    Indonesia patut bangga mempunyai sastrawan seperti mas budhi ini….
    semoga sampeyan saged ndamel karya” selanjutnya…….🙂

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mba Oktaviana. namun mnrt saya, tulisan sy masih banyak yang sederhana saja & belum bagus. bagaimanapun sy masih dalam taraf belajar menulis karya sastra. dmikian. salam karya…mba Oktaviana

  61. salamudin berkata:

    mas, aku pji karyamu kata yg di pungut memang dari surga

    • budhisetyawan berkata:

      terima kasih mas Salamudin. komentar anda manjadikan kritik dan instrospeksi bagi saya, agar dapat mencapai karya seperti yang anda katakan. terima kasih atas penyemangatnya. salam sastra

  62. salamudin berkata:

    apa mungkin, umur aku yg udh 47 th bisa berkiprah di dunia puisi

    • budhisetyawan berkata:

      menurut saya mungkin saja mas Salamudin. yang dibutuhkan adalah kesungguhan dan kegigihan belajar. jika ada proses belajar yang terus menerus, pasti ada peningkatan kualitas. saya juga serius bersastranya menjelang usia 40 th. demikian. selamat berkarya mas Salamudin. sukses ya mas…

  63. harry berkata:

    ijin nyimak dan belajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s