Puisi Budhi Setyawan di Antologi Puisi buat Gus Dur: Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel

Cover antologi puisi buat gus durAda 4 puisi saya yang termuat di Antologi Puisi buat Gus Dur: Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel. Ide dari antologi puisi ini adalah dari Dewan Kesenian kudus, yang kemudian diterbitkan oleh Dewan Kesenian Kudus bekerjasama dengan Penerbit Forum Sastra Surakarta pada bulan September 2013. Tim penyunting antologi ini adalah Jumari HS, Sosiawan Leak dan Ullyl Ch.

Ada beberapa nama penyair yang puisinya kerap termuat di antologi bersama, karyanya juga termuat di antologi ini (sekadar menyebut beberapa nama) antara lain: A’yat Khalili, Ahmad Ijazi H., Ali Syamsudin Arsi, Arif Fitra Kurniawan, Asyari Muhammad, Bambang Eka Prasetya, Bambang Widiatmoko, Dimas Arika Miharja, Kidung Purnama, Sus S. Hardjono.

Untuk blog ini saya cantumkan 1 puisi yang berjudul Elegi Irama Kesunyian.

 

Elegi Irama Kesunyian

aku belum mencatat tembang tembang sunyimu yang mengambang di ceruk nurani. ruang ruang sebegitu gegas berganti wajah, seperti tak menyimpan berkas yang lama. dan orang orang dikerubut gagap dan gamang kebingungan mencari cermin yang telah menjadi silam, melindap bentuk menuju remuk. ada kemarau teramat panjang di sekujur tubuh negeri, hingga bertumbuh api di simpul simpul ngeri. aku pun terjangkiti gaduh yang melontarkan diriku semakin jauh dari kamar teduh.

aku belum sempat mencatat suluk suluk gaibmu yang mengalir di relung misteri. tahun tahun berangkat begitu cepat ke dalam lipatan kelampauan. orang orang ingin menelusup ke sana, untuk mengganti kata kata yang dulu terlalu dini dan licin terlepas. namun tak ada pintu atau sekadar jendela untuk menyadap jejak suasana. sedemikian rapat terkunci hingga tetap merupa lukisan yang samar terpampang di seberang ingatan dan harapan. aku pun cuma terdiam dalam pelukan musim yang kian masam.

Jakarta, 10 Juli 2013

Tentang budhisetyawan

Seorang yang suka musik dan sastra.
Pos ini dipublikasikan di Puisi Karya Sendiri 1. Tandai permalink.

4 Balasan ke Puisi Budhi Setyawan di Antologi Puisi buat Gus Dur: Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel

  1. Anggoro Suprapto berkata:

    Blognya bagus Mas dan isinya lengkap. Semoga maju terus dalam dunia seni budaya, khususnya sastra. Salam hangat, doa kuat……Trims

  2. Ekohm Abiyasa berkata:

    Mantab pak Buset ;D
    Poto-potonya bisa diintip di blogku pak.

    • budhisetyawan berkata:

      trm ksh mas Ekohm. iya tadi sy sdh singgah blog njenengan n banyak foto acara launching buku puisi buat Gus Dur. sepertinya sgt meriah. syg sy tdk bd hadir. lg repot urusan dalam negeri. he3…. salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s